Tampilkan postingan dengan label Disisi Saidi Fatah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Disisi Saidi Fatah. Tampilkan semua postingan

#PUISI "MAAF" @Netrahyahimsa

*Maaf*
Netrahyahimsa/Disisi Saidi Fatah
Tuan
Maafkan daku atas kesalahan
Aku khilaf dengan semua
Maafkan daku telah berlebihan dengan tuan

Tuan
Bukan maksudku berbuat sesuka hati
Bukan pula untuk menyakiti
Apalagi menghianati

Tuan
Semua terjadi atas kesalah pahaman
Aku terlalu berlebihan dalam bertindak kepadamu
Maafkan aku
Aku pantas untuk dilupakan

Tapi perlu tuan ingat
Diri inilah yang selalu setia menemani
Ketika tuan dalam dalam dekapan atau jauh dari pandangan
Ketika tuan dalam keadaan sehat atau sedang jatuh sakit


Way Kanan, 24 Oktober 2017
Read More

PUISI "Sabarlah Diri" Disisi Saidi Fatah

*Sabarlah Diri*
Disisi Saidi Fatah (Netrahyahimsa)

Sudah bersabarlah diri
Melihat apa yang terjadi
Tak perlu berburuk sangka
Cukup ambil positif saja

Cukup semua menjadi pelajaran
Untuk hidup tertata kedepan
Menuju masa depan gemilang

Biarlah tuhan maha tahu
Apa yang tidak mereka tahu
Tak perlu kau beri tahu ibu
Cukup adukan saja pada tuhanmu

Tetaplah setegar dulu
Jangan perdulikan mereka yang tak suka padamu
Biarlah angin berlalu


AIC 11 Way Kanan, 18 Oktober 2017
Read More

PUISI "CUKUP TERSENYUM" Netrahyahimsa

*Cukup Tersenyum*

Netrahyahimsa

Tak perlu kau resah
Tak perlu kau bimbang
Dengan mereka yang tak suka

Sudah
Buang jauh perkataan itu
Yang membuat hatimu luka

Jangan
Jangan kau simpan dilubuk hati
Perkataan itu
Yang membuatmu tersakiti

Biarkan saja
Semua ada waktunya
Cukup beri senyuman manis pada mereka
Yang menilai dengan sebelah mata

Way Kanan, 18 Oktober 2017


===Layla Majnun====
Senja' kini lebih sering mencatat tentang keberadaan sebuah rasa dibandingkan semesta yang masih saja berpantomim

Akan aku tulis puisi tuk sebuah senyum dengan pena kekaguman dan tinta kerinduan.

Adakah bahasa yang mampu kupelajari untuk mengartikan tangis, senyum serta eranganmu ini?

Seperti biasa, malam ini aku sendiri Bersama secangkir kopi Senyum-senyum sendiri Menikmati malam yang sunyi Tanpamu.









Read More

PUISI "RESAH" Disisi Saidi Fatah (Netrahyahimsa)

Resah

Disisi Saidi Fatah (Netrahyahimsa)

Sejenak menjelang sholat jum'at
Hatiku risau,  khawatir tak menentu
Hingga usai jum'atan
Hatiku masih resah penuh Kebimbangan

Aku tak tahu
Apa yang telah membuatku begitu risau
Sampai tetes air mata
Jatuh ke pipi tanpa terasa

Perlahan-lahan
Menuntunku untuk mengingat
Satu per satu
Apa yang telah kuperbuat

Labuhan Jaya,  13 Oktober 2017
Read More

Sajak Terakhir karya Desisi

Sajak Terakhir

Sajak terakhir
Kutuliskan untukmu yang tersayang
Melalui rintihan panjang
Tetesan air mata

Bait-bait rindu mulai menuai
Menanti waktu untuk dilantunkan
Isak tangis derai air mata
Menghantarkanmu menghadap sang kuasa

Bertaburan bunga-bunga
Wewangian disana
Ditempat peristiharatan terakhir papa

Kini hanya tertinggal nama
Tertulis pada sebuah nisan
Terkubur diatas pijakan tanah
Terekam dalam memori usang

Selamat jalan papa
Selamat menempuh hidup yang baru
Menuju surganya sang pencipta
Menghadap sang ilahi

Nuwo Balak Bupati, Gunung Sugih, 11 Oktober 2017
Read More

PUISI " SABDA RINDU " KARYA DESISI

*Sabda Rindu*

Ketika kutak dapat menatap indahnya wajahmu
Cobaku tuk mendendangkan nyanyian rindu
Syair dikeramaian dengan bait-bait syahdu

Dalam benakku selalu teringat tentangmu
Dalam anganku selalu ingin bersama
Melepas hasrat rindu yang menggelora dengan seksama

Terdengar iringan nada cinta
Lantunan sajak rindu yang menggema
Mengutarakan isi hati
Yang sudah tersimpan lamanya

Seputih Jaya, 10 Oktober 2017
Read More

PUISI "GADIS BERJILBAB" KARYA Disisi Saidi Fatah

Gadis Berjilbab

By : Disisi Saidi Fatah

Gadis berjilbab
Parasmu begitu indah nan rupawan
Hatimu begitu tulus nan lembut
Perhatianmu terhadapku tak pernah putus

Cinta dan sayangmu
Membuat kau rela mengorbankan waktumu untukku
Setiap pagi kau suguhkan minuman hangat untukku
Tidak lupa sepotong roti untuk menemaninya
Siang dan malam hari kau kirimiku dengan berbagai hidangan

Gadis berjilbab
Seandainya engkau tahu akan perasaan hati ini
Sejak awal kita jumpa,  hati ini sudah jatuh
Ingin rasanya aku bersamamu

Namun aku sudah berjanji kepada diriku
Untuk tidak bermain cinta
Apalagi agama kita sudah menegaskan
Tidak ada suatu ikatan kepada selain mahromnya terkecuali persaudaraan

Aku juga takut,  akan hal yang sama terulang kembali
Sebagaimana aku pernah mencintai
Beberapa hati yang kini telah pergi

Aku takut suatu saat nanti
Kau pergi meninggalkanku
Aku takut menyakitimu dan kau melupakanku
Aku takut suatu saat nanti
Kita tak menjalin suatu hubungan apapun
Sebagaimana orang-orang tersayang
Meninggalkanku tanpa aku tahu dan mengerti
Apa salahku

Gadis berjilabab
Terima kasih atas perhatian,  cinta,  dan sayangmu terhadapku
Semoga engkau tetap menjadi insyan yang kukenal
Semoga cinta,  kasih,  dan sayangmu tetap tulus dan setia menanti
Hingga tibalah saatnya Allah meridhoi kedua hati
Untuk saling berbagi dan bersatu

Way Kanan,  4 Oktober 2017
Read More