ABU NAWAS

Air Mata Pak  Kadir

Air Mata Pak  Kadir

Sang petualang tunduk takluk pada kenyataan
Sampai ujung duniapun tak akan di temukan
Ma Huwa
Kayfa
Limadza
Mata
Hata

Baju lusuh tubuh kumuh, tatapan jauh menerawang
Ingin terbang mengetuk langit, bila mampu.
Segala keterbatasan memaksa untuk diam
Gunung tanda tanya samudra bimbang
Gelap tanpa cahaya, meraba penuh prasangka.

Hanya diam....
Diam.... dan diam yang dia bisa
Angin berhembus debu berterbangan
Hanya diam dan diam lalu diam
Hujan petir deru ombak tak mampu membangunkan
Tak mampu memberi jawaban....
Hanya diam dan diam dan diam....

Hingga datang seorang lelaki paruh baya
Sederhana anggun dan berwibawa...
Tepuk pundak sambil berkata...
Hey pemuda , kamu sedang apa Cari apa atau siapa ?

Pemuda kaget terbangun dari lamunan panjang...
Lirih dan lemah setengah putus asa dia menjawab .
Maksud hati ingin mencari kebenaran .
Bapak paruh baya bertanya lagi , untuk apa ?
Pemuda menjawab
Untuk obati rasa penasaran dan jika perlu untuk aku amalkan dan aku ajarkan .

Bapak tadi bertanya lagi , bukankah kau sudah punya figur panutan serta kitab suci sebagai pegangan.

Pemuda menjawab,
Pertanyaanku lebih cepat dari hasrat amalanku, aku hanya merasa jadi kamus hidup yang menyimpan data untuk menjawab masalah atas dasar katanya. Aku merasa membohongi diri sendiri , ku merasa bersalah menyampaikan sesuatu yang aku sendiri tak pernah mengerti , ku tinggalkan semuanya dan sampai seperti ini , hidup segan mati enggan mengambang di pusaran was was dan keraguan.

Amalkanlah sesuai aturan jangan tergesa gesa untuk mendapatkan buahnya , sabar dalam bertaat dan kuat menjauhi maksiat , jalani hidup layaknya manusia normal , kau umat nabi pilihan, umat nabi akhir zaman, pemimpinya para rosul , tak seharusnya sepedih ini perjuanganmu hanya untuk mencari kebenaran.

Pulanglah.... amalkan dan semua pertanyaanmu terjawab di sana.
Baca kitab sucimu
Tirulah Ahklak nabimu
Sambung silaturahmi dengan gurumu
Amalkan dengan penuh kerelaaan
Niscaya Allah akan memberi pencerahan...

Hiduplah normal
Menikah suapaya hidupmu berkah
Bekerja cari rejeki halal untuk nafkah
Bersosial dengan sesama
Kau akan temukan semuanya bahkan lebih.

Pemuda pulang setelah jamaah ashar
Terus mampir warung kopi....
Karena tak punya uang terpaksa sementara hutang sik .

@Abu Nawas
Ngawi Jawa Timur Selasa 6 Maret 2018 17:11

Advertisement