Puisi Anak "Ayo Sekolah"

Puisi Anak "Ayo Sekolah"

Puisi anak sekolah perdana, asyiknya belajar sambil bermain, teman baru, guru baru, sekolah baru, pengalaman baru. puisi pendidikan



Bismillah...
Dengan menyebut nama Allah
Kulangkahkan kaki tuk pertama kali
Memasuki gerbang sekolah
Menimba ilmu sejek dini

Bismillah...
Dengan percaya diri
Berseragam merah putih
Ku tengok kanan dan kiri
Semua wajah asing bagiku
Mereka teman-temanku
Teman baruku
Membuncah semangat ini
Tuk perkenalkan diri
Jadikanku bagian sekolah ini

Satu senyuman menyambut ramah
Uluran tangan menyapa
Assalamualaikum...
Selamat datang...
Oh.. bu guru
Guru baru bagiku
Yang akan mengajarku

Ku masuk kelas
Kutaruh tas
Dan ku mulai belajar dengan ikhlas
Bismillah...
Mudahkan... lancarkan... sukseskan Ya Allah
Read More
Puisi Politik Suara Hati Kami

Puisi Politik Suara Hati Kami

Hy sobat puisina, moga selalu dalam lindungan dan tersenyum bahagia. Coretan kali ini Puisi Politik Suara Hati Kami, agar terdengar walau tak terdengar. Dibaca walau tak dibaca. Se-enggak-enggaknya kita sudah mengeluarkan unek-unek untuk pemerintah di negeri ini:



Suara Hati Kami

Apakah kau tau
Apa kau tau tentang aku

Aku tau sikap mu
Tapi kau tak tau sikap ku

Aku tau kau pejabat
Mana mungkin kau tau aku pecabat atau bukan

selayar menghempas badai
ombak-ombak dilaut lepas

selaput merah dalam TV
terjungkal melepas lelah

dari satu alunan
tak juga bisa menyembuhkan

dari satu hukuman
tak jera minta ampunan

apakah kau tahu tentang rakyat
kau tau rakyat
tapi, apakah kau tahu keinginan rakyat?
kamu itu tau
tapi berpaling muka macak tidak tau

ini uang ini uang
untuk saya sendiri dan
kelompok ku saja kata konglomerat

rakyat hanya bisa diam
perotes pun tak bisa
demo pun tak menyelesaikan masalah

hanya satu yang bisa kalian sesali
saat kau sakit dan kau mati

By: Dalang Wanataka


Itulah sedikit Puisi Politik Suara Hati Kami suatu saat kita coret-coret unek** kita lagi di Majalah Puisina.
Read More
Puisi Anak, Iqra' Bismi Robbik

Puisi Anak, Iqra' Bismi Robbik

Puisi anak tentang urgensi menuntut ilmu berdsakan al-Qur'an dan & Hadits. Puisi pendidikan, puisi mainan, puisi belajar.



Aku adalah anak manusia
Bagian dari hambanya
Bagian dari umat Rasul-Nya
Khalifah di dunia

Allah bilang iqra' bismi rabbik
Bacalah dengan nama Tuhanmu
Maka segeralah membaca
Agar kau tahu apa maksud Tuhan menciptamu
Nabi bilang uthlubul ilma
Tuntutlah ilmu
Maka segeralah belajar agar kau tahu kaifiyah hidup ala Rasul

Maka aku harus membaca
Maka aku harus menuntut ilmu
Maka aku harus belajar
Maka harus segera
Sekarang juga
Tak patut tuk menunda
Tak layak tuk berleha

Terimaksih teruntuk bunda
Yang mengenalkanku huruf dan angka
Yang mengajariku tulis dan baca
Bahkan ajariku lantunkan kitab suci-Nya

Hingga kini benar terasa
Betapa urgen pelajari ilmu-Nya
Dari yang dasar sampai yang komplek esensinya
Hingga kini benar terasa
Apa jadinya jika tak belajar satupun jua
Pastilah ia khalifah terbodoh di bumi-Nya

Kita mulai sekarang juga
Bagaimana dengan anda
Mumpung ruh masih diraga
Belum terlambat asal ada niat didada

Oleh: Rochmatul Hidayah
Read More
Puisi Munajat "Hanya Aku"

Puisi Munajat "Hanya Aku"

Puisi munajat singkat seorang hamba sebagai manusia. Puisi aku, puisi kontemporer, puisi hiburan



Aku ini manusia
Bukan patung berhala
Yang dipahat hamba
Pun bukan arca
Hiasan di wihara

Aku benar manusia
Yang ingin hidup semestinya
Ingin kaya
Ingin dipuja
Ingin dicinta
Ingin bahagia
Ingin sentosa
Ingin segalanya
Yang dapat puaskan jiwa
Hahahahahahahahahahaha
Hingga ku tak disebut manusia
Dengan tenang husnul khatimah
Bagaimana dengan anda
Read More
Puisi Pohon, Hari Menanam Pohon Nasional

Puisi Pohon, Hari Menanam Pohon Nasional

Puisi memperingati Hari Menanam Pohon Nasional 28 November. Puisi tentang pohon, puisi pohonku, puisi alam.



Ku lihat pagi ini
Kau masih seperti yang dulu
Sejuk udara dibawahmu
Karna daunmu yang hijau mendayu

Angin menggoyangkanmu
Hujan membasahimu
Panas matahari bukan masalah buatmu

Akar.. batang..
Tetap tangguh menancap kokoh perut bumi
Batang.. ranting..
Bermahkotakan daun
Ku harap kau tetap seperti itu
Seperti saat buyutku menanammu
50 tahun yang lalu

Pohon itu...
Batang itu...
Ranting itu...
Daun itu...
Ku harap kau tetap seperti itu
Agar alamku hijau sejuk olehmu
Read More

Puisi Gadis OON itu

Salam puisina , mumpung ada waktu senggang , ku coba menarikan sepuluh jari ini untuk meringankan beban di hati , marah marah kalau di tempat umum nanti di sangka emosional , kalau diam saja , dongkol di hati . Okelah ku buat puisi saja .
Apa yang kau cari di dunia ini
Populeritas atau Materialitas
Sampai kau langgar moralitas...
Berprilaku bebas tanpa batas...

Ah tadinya ku sangka...
Kau gadis elok taat beragama
Kau jalankan hidup sesuai standarnya
Ternyata eh ternyata....

Kau hanya seorang gadis yang OON belaka
Hidup suram tanpa masa depan
Kesana kemari cuma bingung cari makan
Bukan karena tak berpendidikan
Karena kau buta tentang masa depan .

Hidup di kota untuk bekerja...
Di mana krennya
Yang ada malah tergoda gemerlap kota
Yang ujungnya rusak moral juga .

Di kota harusnya wisata
Bukan bekerja numpuk harta
Mending di desa kumpul keluarga
Hidup seadanya....
Tapi tetap punyam iman punya agama .
Read More

Puisi Kata Cinta oh Cinta

Cinta , gampang sekali di katakan , Wuenaknya jika di rasakan , kangen terbayang terngiang tidak karuan , Belum ketemu di cari mati matian , sudah ketemu di maki habis habisan , di tingal tetap nyari lagi juga sampai mati matian . Cinta Oh Cinta .

Bohong...
Jika cinta punya cara sendiri
Untuk di sampaikan
Aku tak pernah menikmati rasa cintamu padaku
Biarpun kau kemas sempurna seperti apa
Mungkin karena , ketidak tulusanmu menjadi keraslah hatiku

Semua yang kau berikan padaku hanya gombalan
Aku tak iklas... tak rela tak rela...
Jangan paksa aku hanyut dalam gombalanmu
Jangan paksa aku terlena dalam bujuk rayumu

Cinta Oh Cinta
Bohong....

Read More