Tampilkan postingan dengan label puisi hari kartini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi hari kartini. Tampilkan semua postingan
Kumpulan 2 Puisi Kartini Terbaru : Semangat Perempuan Indonesia

Kumpulan 2 Puisi Kartini Terbaru : Semangat Perempuan Indonesia

Kumpulan 2 Puisi Kartini Terbaru : Semangat Perempuan Indonesia_Berikut ini merupakan contoh puisi Hari Kartini atau puisi tentang Raden Ajeng Kartini untuk memperingati serta cerminan semangat perempuan indonesia. Dengan pembelajaran,, bahwa nilai perjuangan bangsa terkadang tidak melulu harus mengangkat senjata, tetapi bisa juga dengan karya.. selamat membaca. serta salamku untuk para generasi Kartini Indonesia.!
Kumpulan 2 Puisi Kartini Terbaru : Semangat Perempuan Indonesia


Raden Ajeng Kartini.
Aku mengenalmu hanya dari cerita buku
ku tahu keberadaanmu... juga dari situ
tak banyak kesan dan pesan
hanya sekilas bayangan yang sedikit kupaksakan
sampai kuterima ini sebagai warisan

Warisan dari seorang panutan.,
Warisan nilai-nilai keluruhan perempuan
Perempuan yang bukan penangis meminta perhatian
atau juga perempuan yang santun
namun hanya kiasan 
Lebih dari kenangan,
kau ajarkan kami suatu pengabdian
Dengan seutuhnya hakikat perempuan


_______________
-----------------------

habis gelap terbitlah terang..
kiranya itu judul untuk tiap sajakmu
mengharu biru
berdegup dalam kalbu..
sebagai secercah cahaya untuk jiwa-jiwa perempuan pilu
sehingga tak ada wagu kibarmu menjadi restu

Kartini...
Walau engkau tak mengokang bedil
mengincar penjajah bakhil
namun semangatmu tak pernah labil

Biarpun lakumu cuma sajak
namun jiwamu tetap bergejolak
demi generasi tak menjadi tamak
dan,
demi kesekian pun engkau cukup menulis surat
aku percaya,
bahwa binar semangatmu tak pernah jerat

Melantun anggun ditelinga meski tak bersuara


Read More
Sajak Kartini Dari Perempuan Dalam Negeri

Sajak Kartini Dari Perempuan Dalam Negeri

Sajak Kartini Dari Perempuan Dalam Negeri_Selamat hari kartini... indonesiaku. Degup syahdu kenanganmu akan tetap abadi dalam sajakku, yang kueja dari senyum pagi sampai jumpa senja sore. Puisi peringatan hari Kartini, seorang tokoh pahlawan nasional yang ikut membela hak wanita demi martabat yang lebih baik, tanpa pengekangan juga tanpa penindasan gamang. Seorang pejuang yang tak meninggalkan jati diri seutuhnya perempuan,, menulis karya bukan hanya demi satu perhatian, tetapi kebersediaan menjadi kenangan dengan nilai keluhuran.. selamat membaca..!

Sajak Kartini Dari Perempuan Dalam Negeri

Raden Ajeng Kartini..
Aku mengenalmu hanya dari cerita buku
ku tahu keberadaanmu... juga dari situ
tak banyak kesan dan pesan
hanya sekilas bayangan yang sedikit kupaksakan
sampai kuterima ini sebagai warisan

Warisan dari seorang panutan.,
Warisan nilai-nilai keluruhan perempuan
Perempuan yang bukan penangis meminta perhatian
atau juga perempuan yang santun
namun hanya kiasan 
Lebih dari kenangan,
kau ajarkan kami suatu pengabdian
Dengan seutuhnya hakikat perempuan

Selamat merayakan hari Kartini saudari-saudariku.. semoga semangat berkaryamu selalu menambah kebaikan dalam pekertimu,, aku mendo'akanmu..
Read More
AGUS GANTENGSTERS

Puisi Untuk Generasi Kartini 2014 Dan Selamanya "Arjuna Linglung"

Puisi Untuk Generasi Kartini 2014 Dan Selamanya_ Selamat malam pembaca puisina,, semoga kau tetap sehat dalam senyummu. Puisi dengan tema kartini berikut ini adalah puisi penyemangat maksudnya, walau tak pernah betul memahami perasaan wanita. Namun tak ada salah apalagi dosa,, untuk belajar menulis suatu karya, karena dengan karya kelak seseorang akan mengenang kita. Sehingga bias jiwa mudamu tetap memiliki makna dijiwa, seperti R.A Kartini kiranya... Selamat membaca dan semangatlah.


habis gelap terbitlah terang..
kiranya itu judul untuk tiap sajakmu
mengharu biru
berdegup dalam kalbu..
sebagai secercah cahaya untuk jiwa-jiwa perempuan pilu
sehingga tak ada wagu kibarmu menjadi restu

Kartini...
Walau engkau tak mengokang bedil
mengincar penjajah bakhil
namun semangatmu tak pernah labil

Biarpun lakumu cuma sajak
namun jiwamu tetap bergejolak
demi generasi tak menjadi tamak
dan,
demi kesekian pun engkau cukup menulis surat
aku percaya,
bahwa binar semangatmu tak pernah jerat

Melantun anggun ditelinga meski tak bersuara


Terima kasih untuk rekan-rekan puisina +SUFYAN PUISINA +AHMAD THOYIB +Putra Pakpak +Ichin Moet +Cindia Irani +ABU NAWAS +Aishah Jahirah +Maimunah Hanafiah tak mengharap sapa atau do'a... cukup karyamu dan karyaku menjadi munajah kepada yang Esa
Read More