PUISI PENDEK SELAMAT PAGI TERBAIK

1- Dingin pagi ingin ku memeluk mu panas siang ingin ku melindungimu sunyi malam inginku merenungimu indah dunia inginku memilikimu.

2- Dingin ingin ku memeluk mu panas siang ingin ku melindungimu sunyi malam inginku merenungimu indah dunia inginku memilikimu .

3- Selamat pagi hati, sudahkah lelah menanti? Nanti bilang ya, karena aku takut, tiba-tiba rasa menjadi basi.

4- Mentari pagi, merayap lamat-lamat. Menyergap. Di benak seorang koruptor. Dia menyuap Tuhan.

5-Pagi Selasa, dan hati yang seringkali kecewa, aku harap hari ini kau bahagia, walau hanya dengan senyum simpul dari dia.

6-Selamat pagi kekasih, adakah hatimu masih berbunga untukku, adakah namaku masih kau senandungkan, adakah aku kau rindukan?

7-Pagiku, pagimu, dan pagi-pagi kita mungkin saja sama. Secangkir kopi dan satu dua kalimat yang entah dituju untuk siapa.

8- Kau wujudkan mimpiku Di setiap malam Kau remukkan harapanku Di setiap pagi Dan aku bahagia, duduk berdua denganmu Di setiap sore.

9- Malaikat gerhana, kelomang, langit hitam -- semua gelontorkan waktu. ular pagi seperti perasaan menembus asa.

10- Malam Izinkan kumembelai seluruh luka Menangis di kebisuan raga Merintih di keriuhan jiwa Sebelum esok pagi Aku melangkah Lagi.

11- Aku menikmati pagi berteman sunyi, Melewati siang dengan keheningan, Hidup dalam kesendirian, Namun hadirmu, Kuinginkan.

12- Kutitip asa pada senja… Karena malam tak lama lagi menjelang, aku tak mau lena dalam mimpi… Pagi kusambut lagi harapan….

13- Pagi bulan Oktober Tanpa gairah Tanpa semringah Hanya rindu yang kian parah Akankah Oktober berlalu tanpa senyum cerah?

14- Sederet kenang telah dikekalkan puisi; tentang harum secangkir kopi, dan wangi hujan pagi ini.

15- Pagi di mana udara dingin, Dan panas kahwa berkepul, Berlaga menawafiku berhurikan. Seperti rindu dan kasihku.

16- 30 Oktober pagi yang enggan, Beranjak dari anak tangga, aku melangkah harap, agar hari ini; aku selalu bersyukur, Aamiin. ~

17- Tiga pagi menjadi diri sendiri dan sedang jujur-jujurnya. menulis puisi dan bertemu denganmu, aku mau.

18- "Aku ngantuk, Dik!"
tapi kau minta aku buatkan puisi,
janji besok pagi pasti jadi,
semua kata kutuang dalam; secangkir kopi.

19- Senja berbalut mendung, menyisakan kenangan pagi, di mana rindu masih kau genggam dalam indahnya panorama.

20- pagi hidupku, ular, purnama -- semua diikat kata dan tanda. pencinta mencari kian kemari kebahagiaan dengan pilu.

21- Pagi yg tnp puisi, setuang kopi mencaci. Menggigit setengah roti dgengan perasaan tak kunjung terobati.

22- Secangkir kopi yang kuminum pagi ini, mengingatkanku tentangmu, kau hadirkan manis di awal, kau hadirkan pahit di akhir.

23- Mencintamu bagai melangkah di pecahan kaca. Kan kulewati meski pagi menjemput setiap butiran cahaya meluah dari hati ini.

24- Gelisah pagi hari akhirnya datang Hati mendadak tidak tenang Walaupun tidak ingin datang Aku harus tetap tenang .

25- Berbasuh lengan terguyur seluruh badan, dalam tenang sejuk pagi, dalam dingin air suci, akan hadir bisikanmu malam tadi.
Read More

PUISI SENJA GENERASI ZAMAN NOW

1- Hujan deras mengintip ke suatu senja yang tak biasa, tumbuh dari kedamaian dan senyum penduduknya

2- Diam mentari meredup pendarnya biarkan senja memerah jingga. Sejatinya cinta tak resah ketika perpisahan sementara ada.

3- tak ayal lagi, senja ini waktu yang sendu untuk menulis puisi: tentang kenangan dan rindu barangkali.

4- senja larut, mari bersulang peluk. sebab dahaga kita, adalah kerinduan; yang tak mampu dihilangkan dengan kata-kata.

5- sejak kepergianmu senja kemarin, musim hujan belum berganti, dan dadaku tlah menjadi danau tempat angsa angsa meneguk airmata.

6- Kadang kau perlu berada di ranah abu-abu untuk tahu sejauh hitam atau putih itu perlu.

7- Sebab, senja adalah doa-doa. Dari matamu yang kupu-kupu dan dari tanganku yang jaring candu.

8- padamu kukatakan senja ini begitu indah, seperti mataku yang tak henti mengagumi keelokan wajahmu

9- tak ayal lagi, senja ini waktu yang sendu untuk menulis puisi: tentang kenangan dan rindu barangkali.

10- kutemukan senja paling indah di matamu, kudapatkan senja paling merah di bibirmu.

11- senja ini, kamu kecup bibirku sekali, dan manisnya melebihi kecap yang baru saja aku beli.

12- apakah kautahu seperti apa tanah kelahiran air mata, kekasih? seperti senja saat tenggelam di pelupukmu yang geming.

13- senja mana yang paling kau rindukan? Saat kita bertemu, berdua, atau berpisah. Aku rindu senja sebelum kau ada di hidupku.

14- Mungkin senja pun tahu, bila apa yang telah, tak akan dapat kembali. Sekalipun camar-camar suarakan lagi, suaramu.

15- Senja berjalan santai meninggalkan sore, pada detik waktu yang bisu, lengan kita, abadi saling menghangatkan.

16- Sayang, senja tak memudar hanya karena lengkung di bibirmu tetiba datar, dan airmata adalah hujan yang sempat berkabar.

17- Kamu; selalu mampu membuatku menikmati senja di kedua pipimu. Merona malu-malu, membuatku makin tak menentu.

18- Aku dan tawa telah lama bermusuhan. Sekarang musim kemarau yang basah. Seseorang tak berhenti membuka keran di mataku.

19- Berhentilah membuatkanku hujan , agar aku lebih mudah melukiskan keindahan senja pada kedua bola matamu.

20- Jingga di pipiku terbuang percuma hala aku tak lagi kau anggap ada. Terlalu sibuk membuat rona pada gadis yang lain.

21- Yang aku rindukan kini; semebar jingga, senja melabuh dalam tirai malam dan sepatahan tulang rusuk yang menanti kembali.

22- Lihat sayang, jingga perlahan tenggelam. Semesta siap menyambut malam. Dan di hatimulah, aku jatuh semakin dalam.

23- Pada akhirnya, senja meletakan segala ingatan yang tiada. Di debarku, kamu menjelma puisi paling nyala.

24- Di kantung cahayaNya. Tuhan telah sisipkan senyummu. Hingga, aku menyukai senja serupa dengan mencintaimu.

25- seanggun wanita, matahari cantik melambai tangan, melompat ke pelukan lautan. Kita sepasang kekasih, gagu akan perpisahan
Read More

PUISI RINDU ROMANTIS TERBARU

1- Lelaplah gulita dalam matanya, dan dongengkan dia tentang aku, yang terus memacu namanya, atas rindu yang tak padam .

2- Jenuh menitik di cakrawala perasaan. Aku merindu semua elegi yang pernah menghias di samudra asmaradhana. Mungkinkah?

3- Kepada hati yang kumiliki, selalu meminta kepada pemilik hati, agar engkau akan senantiasa kujaga, semoga engkau niatku.

4- Dan setiap gemintang berkedip satu sama lain kala kutengadahkan mata hati, seolah memahami rindu yang berserakan atas awan.

5- Cinta sebatas mata dan situasi
Terlihat jelas di depan mata
Sungguh tak indah kisah ini
Aku tak mampu lagi menyerap luka-luka.

6- Sedang aku memiliki semua kecuali kamu
Dalam keramaian tiada kamu
Hidupku tetap berkekurangan
Penuh dengan sepi

7- Rindu ini bagai deburan ombak yang mencium bibir pantai, ia mendekat sekejap menjauh perlahan. Dan ia, tak berbatas waktu.

8- Sepahit kopi malam ini, lebih rasanya saat kau pergi, tanpa permisi, tak peduli hati yang kau sakiti, lagi dan lagi...

9- Semakin mencintai malam semakin peluk hangatmu terasa, tetapi pudar begitu saja.

10- Dia memelukku dengan mesra
Merayuku dengan manja
Kuterjaga......
Ternyata hanya mimpi.

11- Terhempas waktu yang menikam bayangan, menjerit dalam kesunyian, air mata pun seolah merasakan, luka pahitnya kehidupan.

12- Pada rupamu yang teduh
Kuterpaku tak bergeming
Hanya meminta kepada Tuhan
Agar kau tak sebatas khayal.

13- Doaku ada pada tiap-tiap malam. Kusebut namamu berulang. Tak peduli Tuhan bosan mendengar. Akan tetap kau yang kupinta.

14- Aku bukan pujangga, aku tak mampu merayumu dengan kata-kata nan indah, namun jauh di lubuk hatiku hanya ada namamu.

15- Suara langkahmu terdengar makin jauh, seolah kau takkan kembali lagi, aku masih berharap kau kembali dengan segenggam rindu.

16- Salahkah aku endapkan segalanya atas namamu
Tapi tetap tak mampu aku berpaling
Rinduku t'lah mengecup cintamu terlalu dalam.

17- selama bukan kematian,
maka berjuanglah
hidup di tiap harinya untuk digenggam dan dinikmati.
tersenyumlah.

18- Andai kubisa, aku ingin sekali membunuh sakit yang diciptakan kehilangan
Sampai air mata pun tak mampu lagi menerjemahkan.

19- Bukan jarak
Bukan raga
Yang buat jauh
Tapi rasa
Seolah semua telah hambar
Seperti sepotong senja
Pudar digerogoti malam.

20- Tidurku seperti medan perang
Terus menerus diserang
Bayanganmu tak bisa hilang

21- Letih semua ocehmu
Kamu membutuhkanku
Atau perasaan ini menipuku.

22- Aku; bagian dari keheningan, yang terjerembap di lembah kegelisahan di antara aroma kesunyian, membaca kerinduan.

23- Terlalu cepat bila aku mengeluh menunggumu datang,
semua ini cerita panjangku sendiri yang akan kuceritakan,
tanpamu.

24- Cinta itu ternyata bersaudara dengan benci, di saat hati bersatu cinta bicara di saat hati menjauh benci memaki .

25- Kubingkai rindu dalam qalbu yang syahdu
Tak mengenal waktu puja namamu
Hingga lidah latah berucap
Jantung tak berdetak.
Read More

PUISI RINDU SENJA SECANGKIR KOPI

1- Dari senja aku bernyanyi sampai tua akhir ku nanti iu Team Musikalisasi puisi BEST waktu masih sekolah ada kenangan tersendiri.
2- Celakanya, aku mulai menikmati kesendirian berteman sunyi. Tanpa merasa kesepian. Lantas rindu ini tuk siapa? .
3- Anakku, hiduplah dg mata menyala Bahwa cinta bisa datang kapan saja Bahkan ketika kau sudah meregang senja .
4- Tak bisa menemukan solusi, terlalu banyak pertimbanganpun ketakutan akan kegagalan dapat menjadi alasan untuk menjadi malas.
5- Apapun, tergantung dari sudut mana kita memandang, jika kita pandang positif maka hasilnya positif, pun sebaliknya.
6- Aku adalah perjalanan waktu
Mencari kemilau cinta
Menanti hati yang kau bawa
Melengkapi tulang rusuk yang Tuhan takdirkan.
7- Bunga kemboja harum semerbak dalam ingatan, sepanjang jalan kulihat mekar dan senyummu penawar lara.
8- Mungkin dulu kau tak waras saat pergi meninggalkanku.
Sekarang kau sudah sinting, dengan memintaku kembali padamu.
9- Jika waras adalah kesadaran terbaik untuk menduakanmu, langkah kakiku cukup sampai beranda gilamu.
10- Karena akhirnya aku sadar kau hanya dikirim untuk mengembalikanku menjadi manusia .
11- Saat kau bilang "aku masih di sini"
Di saat yang sama aku berada dalam kenangan
Hati yang tak mungkin pergi .
12- Siang ini secangkir rindu kuteguk
sendiri, dan kau menjadi
secangkir kopi manis di sana
yang telah berdua.
13- Pagi bulan Oktober
Tanpa gairah
Tanpa semringah
Hanya rindu yang kian parah
Akankah Oktober berlalu tanpa senyum cerah?
14- Denganmu aku bisa belajar tentang aksara yang indah
Dan denganmu aku bisa memahami kiasan-kiasan dalam setiap kata
15- Doa-doa kulangitkan, mengembus biru udara. Harapan nyawa tentang setia, nafas cinta; semoga tak mati.
16- Kala rindu datang menyapa, dan raga terjaga dengan jarak. Hanya doa harapan yang selalu terlantunkan.
17- adalah bencana.
ketika mata bertemu dengan mata.
sungguh, aku tak kuasa.
menahan kencangnya degup di dada.
18- melihatmu bahagia
aku pun ikut bahagia
meski seperti luka yang terkena cuka .
19- Celakanya, aku mulai menikmati kesendirian berteman sunyi. Tanpa merasa kesepian. Lantas rindu ini tuk siapa?
20- Meski nanti debur ombak menyapu jejak kita dalam kenangan, takkan pudar segenap rasaku padamu Tuan.
21- Pagi di mana udara dingin,
Dan panas kahwa berkepul,
Berlaga menawafiku berhurikan.
Seperti rindu dan kasihku.
22- Aku layaknya air yang butuh ditenangkan bukan membuat gelombang.
23- Cahayamu menebas jarak
Menjangkau bumi
Menjangkau hati
Kilaumu pendarkan
Mata airku
Tempat aku berkaca
Dan merawat kenangan
24- Seseorang pernah menanam kesedihan di tubuhmu.
Tapi aku petani yang setia merawat kesepianmu, tekun memetik luka-lukamu.
25- 30 Oktober pagi yang enggan,
Beranjak dari anak tangga, aku melangkah harap, agar hari ini; aku selalu bersyukur, Aamiin.
Read More

PUISI INDAH TENTANG CINTA CURAHAN HATI "CURHAT"

1- Berhenti tangisi dia yg telah pergi. Hidup penuh kejutan, kamu tak pernah tahu dia yg tengah menantimu jauh lebih baik dari masa lalumu.

2- Terkadang bukan rasa sakit yg buatmu menderita, tapi pikiran negatif dirimu sendiri yg membuat segalanya terlihat buruk.

3- Harta yang paling berharga adalah keluarga Istana yang paling indah adalah keluarga Puisi yang paling bermakna adalah keluarga.

4- BERDOA, bukan karena kamu membutuhkan sesuatu, tapi karena kamu harus bersyukur atas apa yg telah Dia berikan dalam hidupmu.

5- Ketika kamu telah melakukan semua yg bisa kamu lakukan, Tuhan akan melakukan apa yg tak bisa kamu lakukan. Jangan putus asa!

6- Memilikimu bukan hakku
Mengasihimu mungkin takdirku
Walau dalam bisik
Walau dalam sayup
Walau seolah hening

7- Pujangga meninggalkan istrinya "Ku beri kau sekumpulan puisi, agar hangat selalu saat malam meneylimuti" seminggu kemudian mati kelaparan.

8- Jangan sesali sesuatu yg telah berakhir, meskipun itu indah. Tanpa akhir tak akan pernah ada awal baru yg mungkin lebih .

9- Jelek
Sungguh jelek
Kenapa engkau jelek
Karena kamu jelek

Jelek
Walaupun kamu jelek
Aku tetap sayang kamu, jelek

Jelek jelek
Ini puisi jelek
Isinya buat orang jelek

Jelek
Aku punya pertanyaan buat kamu

Kenapa why selalu always?
Karena because tidak pernah never.



MEMINANG SENJA
karya. Bagus satriyo taper lovererna

Senja indah nian dirimu mewarna
Manjakan pandangan dengan elok sejuta puja
Entah bias apa yang kurasa
Seakan habis aksaraku mengeja

Bak mantra ampuh hipnotis mata
Terpesona dengan kemuning kemilaunya
Hasratku ingin meminang senja
Menjadi warna dalam perjalanan langkah

Duhai jingga yang hiasi mega
Hinggaplah sesaat pada pucuk cinta
Biar berkembang mekar rasa bahagia
Sebelum purnama merampasmu adanya

Duhai indah warna penghujung hari
Bersandinglah sejenak dengan hati
Biar rindu melepas imaji
Hingga tertuang dalam puisi

Diruang pelaminan rasa
Ku cumbu mesrah senja dalam cinta
Melepas birahi yang bergelora
Sebelum kuiklaskan terenggut musnah

Didepan gerbang malam
Dirimu hadir menghunus kelam
Hingga reda rasa rajam
Akan sisa kenangan yang karam

Duhai senja penghias hari
Kupinang dirimu dalam diksi
Dalam indah bait puisi
Indahmu tertata mewarnai

Bau bau 29 oktober 2017

KAU BAKAR RUMAHKU
Karya Y.S. Sunaryo

Perlu berapa ribu nyala lagi kau bakar rumahku
Padahal debu-debu telah membungkus senja dalam jingga yang kelabu
Deru jiwaku melambai-lambai mati
Sedangkan kain kafan belum terbeli

Dalam darah yang tak lagi mengalir
Mataku yang terusir dari kelopak masih menyaksikan
Kau berlari-lari berpesta api
Mengepung setiap tikungan tempatku merayap
Kau kian kalap
Matahari pun dipadamkan

Debuku gulita
Gigil di pucuk pinus diterjang badai
Mendekap di tubuh kelelawar
Terbang kepayang di kegelapan malam

Di celah jendela surgamu aku selipkan pesan
Bakar saja aku sekali ajal
Di api sebenarnya api
Bukan api membakar sepi
Agar di sekian hari tulang belulangku menjadi bukti
Ada putih yang belum pupus
Cinta sejatiku tak akan tergerus

Kabarkan nanti pada sejarah
Cinta putih tak akan menyerah
Tak sudi kalah
Walau pijak tanah serba entah

Bandung, 28 Oktober 2017


BERSENANDUNG IRAMA CINTA

Oleh : LANGIT

Sesampainya di rumah,
Saat kubuka pintu kamar.
Bantal dan guling tersenyum padaku

Aku menyapa dengan lembut,
Met malam bantal gulingku.
Sabar ya, aku mandi dulu.
Aaah lucunya mereka langsung merengut .

Tak sabar rupanya mereka ,
kangen ingin memelukku.
Akupun bergegas kekamar mandi sambil bersenandung irama cinta.

LANGIT, Jkrt Oktober 2017


#HSH

PETUALANG

Puisi pelataran pagi
Peluit permulaan perjuangan
Penggali pulang pergi

Pedalaman para pencari
Pengelolah puing-puing pengharapan
Penari penikmat pelangi

Pada petang pasi
Pejuang padu perundingan
Peluk peristirahatan pasti

28-10-2017
Salam pelangi


#Sajak_tunggal_4111_999

Judul : SYAHDU BUNGA CINTA
Karya : Masayu Sechmaida

Tumbuh di taman nirwana

Rupa
Aneka
Bunga

Mawar melati jingga
Semerbak harum aroma
Menyentuh lembut sukma

Bunga mekar berseri
Kumbang kupu_kupu menari
Dawai hati bernyanyi

Bergetar irama jiwa
Gelora kasih asmara
Syahdu bunga cinta

Bandar Lampung
28 Oktiber 2017


LUKA ILALANG SUNYI
Karya Y.S. Sunaryo

Di kelopak matahari pagi
Anak-anak petani membuang mimpi
Tak mampu menggenerasi
Karena ladang tinggal ilalang sunyi

Sesunyi di mimpi lainnya
Ingin menjadi pegawai negeri jutaan mengantri
Pematang melubang lara
Industrialisasi menendang periuk nasi

Kini tanpa mimpi lagi, berlari
Di lorong-lorong janji
Dari para tuan yang dihormati
Telah pergi ke balik jeruji besi

Lantas siapa yang akan memimpin negeri?
Anak petani menghitung garis pelangi
Warna-warni dipunguti
Dilukiskan di wajah Ibu Pertiwi

Bandung, 27 Oktober 2017



Read More

PUISI "CATATAN UNTUK NEGERI" BERSAMA KITA BISA

1-Tak pantas aku bahas cinta para pribumi.
Sebab aku peranakan langit dan bumi.
Kemudian lahir di tanah pertiwi.

2- aku menatap senja penuh rindu, di cahayanya yg keemasan aku menaruh harapan, semoga doa-doaku selalu menjagamu di kejauhan.

3- aku ingin mendengar senja menyapa, memeluk & menciummu, sama seperti dulu ketika aku menitipkan puisi pd semesta atas namamu.

4- simpulan dari sabang sampai marauke adalah dikubur ditanahnya, dimandikan airnya, dan ditaburi kembang anggreknya, berjuang!

5- Menjadikan diri sendiri tabah, adalah cara paling bijak untuk mengalah.

6- Sajak ini doa, tangan yang menampung luka, yang menjagamu, agar kau tak pernah merasa sendirian, dan ditinggalkan .

7- Kemarau ini harus diakhiri
Agar daun mengerti betapa musim tak hanya terik matahari
Agar alam tercatat pernah merawat anaknya.

8- Yang merdeka hanya negara.
Yang terbebas hanya penguasa.
Yang menderita tetap para jelata.(Rakyat)

9- Merdekalah negeriku
merdekalah diriku sendiri
dari belenggu rindu
dari harapan yang palsu.

10- Merdeka adalah saat rumah-rumah adalah tempat ibadah, di mana kasih dan sayang seperti sebuah buku yang dibaca berulang kali.

11- Bagiku, merdeka adalah saat aku terbebas dari belenggu cinta yang bertepuk sebelah tangan.

12- Kepada negeri, aku menitipkan mimpi sekeramat sunyi
Membaca berlembar-lembar kertas suci
Menanam langkah di dahi.

13- Merdeka adalah dimana sajak-sajak yang tercipta bukan lagi tentang rindu, duka atau cinta dan air mata.

14- Merdeka atau mati"
Kata kiasan untuk saat ini,
Terlalu banyak kematian di negeriku,
Tanpa ada keadilan yang hakiki.

15- Ibu
Dimana enggan mu
Saat keindahanmu tercemar
Saat pesona memudar
Semua orang terdiam
Menunjuk tangan
Untuk menyalahkan.

16- Dalam desir pasir pantai
Kau sanjungkan dirimu
Bersahaja
Menghangatkan benak
Dalam senyuman manis
Diantara duka pertiwi.

17- Aku bersajak
Dalam rindu yang membara
Tahukah engkau?
tak setetes darah pun
Ku persembahkan untukmu
Langit untukmu berkibar.

18- Untuk apa kau selimutkan baju rombeng digigil tubuh rakyatmu
Sedang gaun indah kau pintal menutup borok ambisimu .

19- Warna memang membuat kita berbeda, namun oleh karenanya kita terlihat istimewa.

20- Negara kami adidaya
Jet tempur sering mengudara
Tapi negara kami terpedaya
Oleh penjajahan budaya.

22- Ideologi bukan sebatas slogan, ia jati diri bangsa, politik bukan sebatas tumpangan tapi jalan kesejahteraan rakyat biasa.

23- Untuk apa gelar mu
Untuk duduk dalam kerja pun kau bayar
Untuk apa gelar mu
Jika ilmu tak kau pergunakan membuka dunia

24- entah brapa rupa jenis tangis terdengar srentak,lengkingannya menyayat,mengiris nurani,membuncah amarah di dada,oh pertiwiku.

25- Kita ini manusia, jagan berfikir dan berlaku bak binatang, memangsa kaum lemah berbagi dengan kaum digdaya, berprikemanusiaanlah.

Catatan untuk negeri
Oleh: Subchan

Butut

Botak benar
Bentuk bingkai

Biang balada bendera
Bahasa baca bicaralah
Buang bual babi-buta

Bocah bingung bapak bengong
Bungkam bibir binar bianglala
Bagian badan besar bego
Begini begitu biarkan baper

Belum bangun bagan bulok bolo
Bila bengek bimbang berkutat bakwan
Bujang bajol bujangga bedebah benar
Bak burung bentur bintang bengkak
Bawa balon boom bardir biadab.

29 Okt 2017

Pendosa
Oleh: Subchan

Mimpi
Mimpi basah
Hujan masuk diam
Dari celah atapku yg bocor
Mandinya besar
Hujannya
Lebat
Petir gelegar
Pakikan balita histeris
Ranjang kuyup kasur ngambang
Hewan berenang tertawa
Orang tua resah
Orang gila
Basah
Hujan malam
Ketakutan datang
Memeluk tubuh dan mata
Basah ini benar
Basahilah
Aku
Biar hujan
Hanyut kisah
Kertas hitam bernoda
Hapuslah sendiri
Hujan mata
Tinggal
Aku.

29 Okt 2017

#Puisi_tangganada

Judul : SUMPAH PEMUDA
Karya : Masayu Sechmaida

Sumpah
Oktober membahana
Untaian permata nusantara
Dari Sabang hingga Papua
Ragam adat budaya negeri tercinta
Terukir sejarah Oktober silam terhimpun pemuda
Berjanji satu pelukan,berbangsa,berbahasa,bertanah air
Indonesia

Bandar Lampung
28 Oktober 2017

Read More

PUISI CINTA PERJUANGAN RENUNGAN MINGGU

Berikut ini beberapa puisi kiriman dari pembaca topik bebas apa saja , mudah mudahan bisa menghibur .

JALAN KEBEBASAN
Karya: Sihal Amuy

Rimba-rimba kekata telah tersibak
Oleh gemulai jemari anak negeri
Membabat duri-duri nan menghadang
Terangi jalan kebebasan

Pedang-pedang tajam nan mencabik
Sobek hingga terburai
Tirai-tirai pembungkam
Lepaskan tali-tali belengu

Bermacam goresan telah tertuang
Indah bak pelangi
Bermacam warna
Tapi tetap satu misi

Majulah sastra anak negeri
Kibarkan bedera seni
Aku ingin mati
Ketika jemariku sedang menari

Padang, 28 Oktober 2017

Berkah DALEM

Lirih didalam setiap rintih kesakitan
Tersenandung kidung pengharapan
Setiap tetes infus mengalir
Terucap doa akan kesembuhan

Tak kenal itu darah dan nanah
Dianggapnya itu obat dan fitamin
Tak hiraukan lelah dan gundah
Mereka lakukan keihlasan

Yang berbaring tertawa dalam rintih
Menggenggam erat sang HIDUP
Yang sadar selalu tawakal dalam percobaan
Yakin dalam sebuah penantian

Berkah DALEM selalu ada
Janji TUHAN selalu pasti dan terjadi
Kami kehidupan sedang ENGKAU beri kasih sayang
Semua hanya dalam KEHENDAK dan KUASA TUHAN

RS. MOEWARDI SOLO
28 Oktober 2017
Ki. Suma Kartasoewarna


UNTUKMU KEKASIHKU
Ditulis oleh :ADENA

Malam ini rumahku tersiram hujan
Berhamburan air membasahi genting dan halaman
Menyirami tanaman taman bunga
di beranda rumah
yang sempat layu dan tak pernah berbunga

Kemarau panjang mengkeringkan pandangan mata
Rumput tak lagi hijau
menguning seolah mati
Harum bunga tak pernah lagi tercium
Kupu kupu dan kumbang tak pernah lagi singgah dan hinggap
di kelopakmu

Kini tamanku terbasuh dahaganya
Kuharap esok saat mentari pagi menyapa
Ada embun yang bergelantung
di pucukpucuk daun
Kupu kupu dan kumbang singgahi bungabungaku
Bila bungaku mekar dan berkembang....
Kan kupetik untukmu kekasihku

ADENA ,Jkrt28Oktober2017

Rasaku

Menepi dari keriuhan hati yang merindukan sosok yang aku sayangi
Aku pastikan hati ini terkunci untuk satu nama yang pernah bermukim walau sementara
Jika nanti aku pulang, Aku hanya ingin pulang pada tempat yang sangat aku rindukan, kasih sayangmu
Perempuan di keheningan pemilik tinta hitam yang abadi dalam ingatan.

Zurich 1017
ST.

HARAPAN DALAM RANUM MENTARI
karya. Bagus Satriyo Taper Lovererna

Cahaya ranum menjamah
Hangat membunuh embun diatas cemara
Menguning mega dalam netra
Bersitkan asa dalam langkah

Mentari pagi
Sulamkan sejuta diksi
Menginspirasi hati
Untuk menggoreskan literasi

Kususun seribu kata
Tentang pemujaan semesta
Dibawah payung surya
Yang mencampakkan pergi purnama

Ini tentang mimpi
Yang akan terukir pelangi
Dibawah sinar pagi
Doa indah telah terpatri

Akankah ada bahagia
Disela birunya angkasa
Ataukah terukir luka
Dibalik mendung yang meraja

Senja akan mencatat
Cerita langkah yang tersirat
Entah apa yang tersurat
Pagiku penuh indah tersemat

Selamat pagi dunia
Selamat pagi aksara
Ukiran indah akan doa
Menjadi semangat untuk melangkah

Bau bau 29 oktober 2017

Assalamualaikum wrwb,
Santun Fardhu Shubuh, sahabat
sejiwa dalam aksara...
°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°
Judul : KALA
Karya : Daun Semi

Hujan berhenti membilang
Sajak dedaunan tertulis indah
oleh bercak di pucuk dedaunan
Dingin, suam terhilang
Gigil, bekukan belulang
Menyisakan kenang

Mengapa
harus matahari yang tenggelam
Sedang lintang
kadang tak tandang
Seraya sinis rembulan jelang
Hingga tak sadar, kadang
aku mengutuk waktu sembarang
Karena, disini sudah lama lenggang

Jejak senja yang padam
Serupa hadir
hanya untuk tenggelam
Hadirkan bias syahdu nan temaram
Menyapa
rasa yang tersesat kala malam
Tentang rindu_rindu yang tak redam

Aku hadir dini hari
Bersama rinai hujan pagi
Mungkin pertanda, rindu langit
pada sang bumi belum henti
Tembang rindu yang tanpa arti
Dan aku lah sepi

Tangerang, 29 Oktober 2017
#alifMR

Menyambut pagi
Berdawai seloka
Teruntuk sahabat sehati
Dalam rajutan aksara

Salam..

CONGKAK MENDONGAK
Iyant Katrox

Masih kulihat banyak kesombongan dimana-mana
Keangkuhan yang seolah tiada batasnya
Prikemanusiaan menjadi momok yang rentan terkoyak
Kemanusiawian luluh lantak, habis terinjak-injak
Apakah telah hilang kepedulian sesama didasar nurani masing-masing kita?
Atau telah kita Tuhan-kan seluruh isi dunia, hingga ketamakan dan penindasan meraja lela?
Seringkali kita menghujat yang tidak sependapat
Mengkafirkan yang tidak sefaham, sealiran, dan seiman
Kita manusia hidup, tapi dengan kemanusiaan yang telah mati
Kita manusia yang mengaku beragama, tapi nilai kemanusiawian kita telah terkafani.
Eksistensi manusia telah melewati batas-batas kemanusiaan.
Kata maaf dan permaafan hanya menjadi simbol formalitas belaka, menjadi topeng manis namun mendendam disebaliknya.
Ketulus ikhlasan turun tahta menjadi kerelaan yang seperti daki disekujur badan, tak pernah sampai menyentuh hati.
Semoga kita kembali pada hakikat kemanusiaan
Menjadi manusia yang memanusiakan manusia dengan kemanusiaan yang manusiawi.

28102017

# Bunga hatiku
Karya : Dedi taufik hidayat

Engkau adalah perempuan bermata indah menghantarkan pelangi pada hatiku
Selepas hujan itu pergi
Kau sejukan rasa di hatiku
Seperti embun yang dihantarkan senja
Kau buat aku lupakan masalah itu
Terima kasih syukurku padamu dan segala pujian indah pada allah s.w.t
Menganugerahkan dirimu kepada ku
Sungguh pilu sedihku melihat derita dalam bersamaku,
Sungguh pilu hatiku melihatmu menderita karna bersamaku karna lemahku memimpin shafmu aku hanyalah imam yang lemah tak daya dan upaya meraih bintang-bintang itu cahayanya begitu sangat terang nan jauh terlalu tinggi aku hanya bisa memohon dan meminta dalam tangan mengadah langit dalam malam setiap waktu-waktu aku ingin engkau bahagia bersamaku melalui derita dan banyak waktu di alam syurga nan indah syahdu engkau berharap cahaya namun ku hanya beri engkau sebuah lilin saja maafkan aku maafkan aku mencintaimu memilikimu dan menjadi pasanganmu dalam lemah dan banyak salah menghadapi mu aku ingin engkau menjadi wanita shalehah berkacamata ilmu dan berhati akhlak mulia layaknya khadijah adalah ia suritauladan bagimu,aisyah juga fatimah adalah mereka perempuan shaleha keluarga rasullilahi shallallahu alaihiwassalam kekasih tercinta kita semua
#salam santun dari aku Dedi taufik hidayat ☺☺☺

Damai Indonesia
Oleh : Iqbal Miswa

Di bawah bendera
Aku menemukan berlapis-lapis doa
Emas dan permata menggunung di nusantara
Nyanyian cinta bermelodi dalam dada

Darah suci bukanlah perawan
Melainkan merah putih yang berkibar
Para pahlawan jasadnya terbungkus doa
Sedang jiwanya bernaung di halaman surga

Untuk Indonesia
Aku bangga jadi rakyatnya
Hanya indonesia satu-satunya serpihan surga yang terlempar ke dunia
Semoga keindahan dan kedamaiannya hadir dan bersemayam di seluruh kesadaran bangsa Indonesia
Damailah Indonesia

Johor 28.10.2017



Read More