Thursday, July 31, 2014

Puisi Selamat Tinggal Kampung Halaman

ABU NAWAS Puisi Selamat Tinggal Kampung Halaman

Puisi anak rantuan selepas mudik lebaran , akhirnya harus kembali berjuang untuk menggapai masa depan merantau ke negeri orang . Singkat saj...

Baca Selengkapnya
Puisi anak rantuan selepas mudik lebaran , akhirnya harus kembali berjuang untuk menggapai masa depan merantau ke negeri orang . Singkat saja dan simpel saja .

Rasanya baru kemarin desing mesin itu bisu
Asap dan debu jalan menemaniku
Macet panas dan hujan bersamaku
Rasanya baru kamerin..

Aku ingat saat raut ibu terngiang di benaku
Seperti kaca di helm bututku
Iya rasanya baru kemarin
Senyum teman sekampung menggelitik
Saat aku mancing , hujan hujanan main bola .

Ku bongkar tabungan
Aku mantabkan untuk pulang
Aku rindu kampung halaman
Dan aku kangen suasana lebaran .

Ah macet bukan masalah
Ah lapar bukan persoalan
Ah jauh , apalagi . Itu mah bukan halangan
Yang penting aku pulang untuk berlebaran .

Teramngu di ujung janggut
Pikiranku mulai kalut..
Ternyata sudah satu minggu
Tak terasa habis sudah masa cutiku

Kini aku harus berangkat...
Rela tak rela , aku harus hadapi kenyataan
Bahwa aku harus tinggalkan kampung halaman
Rasanya baru kemarin...


Advertisement

Setiap puisi menjadi tanggung jawab penulis , jika ada masalah silahkan laporkan ke Contact Admin . Terimkasih
KOMENTAR 1
Comments
0 Comments
Komentar

0 komentar:

Post a Comment

Cara Kirim Komentar Via Hp :
1. Pilih Profile sebagai Name/Url
2. Isi Kolom Nama dengan namamu
3. Isi Kolom Url dengan Http://puisina.blogspot.com atau kosongkan saja
4. Isi Kalimat yang mau di kirimkan
5. Publish

Breaking News
Loading...
Kirim Puisi
Press Esc to close
Copyright © 2013 Puisina All Right Reserved