Friday, May 02, 2014

Puisi Religi Perihnya Kehidupan

Dalang Wanataka Puisi Religi Perihnya Kehidupan

Puisi religi ini sengaja saya rilis untuk mengajar sesuatu yang mungkin kita sering dengar. Kehidupa...

Baca Selengkapnya
Puisi religi ini sengaja saya rilis untuk mengajar sesuatu yang mungkin kita sering dengar. Kehidupan yang begitu mengerikan. Teori itu hanya beberapa persen saja dalam kehidupan ini. Dalam sebuah ucapan mario tekuh begitu entengnya mengucapkan dan meletupkan sebuah kata-kata untuk kita baca. Tapi itu semua hanya sebuah ucapan bukan tindakan. Sebuah tindakan itu sangat berarti untuk kita pahami. Yuk kita simak dalam puisi ini:



Perihnya Kehidupan

Tak bisa bergurau melawan jiwa
menelisik di pinggir kubur hati
Ruang raga ternyata
Belum mati

Lampu pijaran merah
Menampakkan seramnya
menunggu saat ditetapkan
Hari kita tak tau

berdenyut lembut membungkam sunyi
berguman jiwa didalam raga
berlahan pecahkan bisu
Tak juga mati

hidup tak merasa hidup
mati tak merasa mati

By: Dalang Wanataka


Advertisement

Setiap puisi menjadi tanggung jawab penulis , jika ada masalah silahkan laporkan ke Contact Admin . Terimkasih
KOMENTAR 1
Comments
0 Comments
Komentar
Breaking News
Loading...
Kirim Puisi
Press Esc to close
Copyright © 2013 Puisina All Right Reserved