Puisi Fabel II "Debat Semut, Kepik, Kumbang dan Ulat"

Lanjutan puisi fabel I Puisina, untuk menemani tidur sang buah hati
tercinta. Selamat membaca. Semoga anda terinspirasi.

Keesokan harinya
Masih di tempat yang sama
Di ujung pohon randu mereka bersua
Semut masih membanggakan kecantikannya
Kepik masih pamer bajunya yang apik
Dan kumbang masih bangga dengan gayanya yang menantang

Mereka semua membanggakan dirinya
Dan bersepakat akan suatu hal
"Teman-teman, yang pasti kita satu suara"
"
Serangga mana yang paling buruk rupa!"


Semua tertawa sinis
Melirik Ulat randu berkumis

Yang meratapi diri dan menangis

Tubuhnya kelabu
Kotor penuh bulu
Tak luwes
Tak anggun
Tak indah
Tiada berguna



Ulat randu terpojok sendirian
Dirajutnya selimut
tuk kehangatan
Membalut diri dan bersembunyi
Dari hiruk pikuk yang mengelilingi


Ia pun terlelap dan bermimpi
Sesosok bidadari mendatangi
Seraya menasehati
"Sabarlah"

"Pada saatnya kau kan temui kebahagiaan dan keindahan
"

Bersambung...

Oleh: Rochmatul Hidayah
Thank Having read the article entitled "Puisi Fabel II "Debat Semut, Kepik, Kumbang dan Ulat"" With Summary As Below : Lanjutan puisi fabel I Puisina, untuk menemani tidur sang buah hati tercinta. Selamat membaca. Semoga anda terinspirasi. Keesokan harinya... If you liked this article to convey to a friend, If you do not like please contact us