Wednesday, April 16, 2014

Puisi Sahabat : Huru Hara Sajak Puisina_Gila

AGUS GANTENGSTERS Puisi Sahabat : Huru Hara Sajak Puisina_Gila

Puisi Sahabat : Huru Hara Sajak Puisina_Gila- Salam jumpa puisina... malam cahaya, ada sedikit gelak tawa dari sore sampai pagi dini hari i...

Baca Selengkapnya
Puisi Sahabat : Huru Hara Sajak Puisina_Gila- Salam jumpa puisina... malam cahaya, ada sedikit gelak tawa dari sore sampai pagi dini hari ini hihihi. Iya.. puisi-puisi itu.. juga komentar cetar itu.. "akta damai, balasan damai, semangat sahabat, layang perang, amukan, harap-harapan,, sampai bawa perceraian.. hhaaaaa edian>biarlah.. biar persaudaraan ini bisa cukup patut diukir menjadi kenangan. Sedikit sajak berikut ini untukmu teman.. teman pembaca puisina juga teman penulis di puisina., selamat membaca..


huru hara huru hara puisina,,
sungguh, ibarat kau wanita.. karena saya ini pria.
kau tak hanya kubaca..
namun, lebih dari gila
kueja tiap lekuk huruf demi hurufnya,,
biar malam lupa akan fajar
atau fajar selalu sejuk binar tanpa mengejar siang.
cukup syahdu begitu,
agar,, saat kulirik baitmu.. cuma rindu yang ku tahu.
bukan palsu baabibu

saudara saudariku puisina.
ada pertemuan juga ada perpisahan
"tak berlaku untukku"
ada sapaan ada juga keacuhan
"tak berlaku untukku"
ada pujian ada pula cercaan
"juga kuhapus jauh dari benakku"
yang ku tahu saudara-saudariku..
kau adalah sahabatku
yang kupinta sedikit dengan rengek atau paksa tokek.
agar karyamu serta sedikit karyaku
esok akan menempel pada tiap inci gemintang
dengan matahari sebagai sumber penerang.
yang biarpun jatuh.,
tetap mampu menghatur harapan.
harapan senyatanya persaudaraan.

Sampai puisi perang itu, demi menyemangatimu
heheu

memang manusia dikaruniai rasa
anugerah terbaik adanya akal
serta kilau hati sedemikian warna
biar hal itu tetap mulia juga tetap berharga.
kupasrahkan pada penciptaku saja.

sehingga..
khusyuk syukur dan semangat ikhtiyarku
tetap merdu dipusara sajakmu serta sajakku
untukmu juga untukku


sudah larut.. lekas istirahat,, biar hari cahaya tetap utuh menjadi cahaya bukan cemberut hura-hura. Terima kasih juga untuk +novaliana pertiwi +annisa ayu +Fitriani Wulandari +windy hae +Nao Mei atas hadirnya.. salam kenal...


Advertisement

Setiap puisi menjadi tanggung jawab penulis , jika ada masalah silahkan laporkan ke Contact Admin . Terimkasih
KOMENTAR 1
Comments
0 Comments
Komentar

0 komentar:

Post a Comment

Cara Kirim Komentar Via Hp :
1. Pilih Profile sebagai Name/Url
2. Isi Kolom Nama dengan namamu
3. Isi Kolom Url dengan Http://puisina.blogspot.com atau kosongkan saja
4. Isi Kalimat yang mau di kirimkan
5. Publish

Breaking News
Loading...
Kirim Puisi
Press Esc to close
Copyright © 2013 Puisina All Right Reserved