Tuesday, April 08, 2014

Puisi Jiwa-Jiwa Yang Stroke

ABU NAWAS Puisi Jiwa-Jiwa Yang Stroke

Bukan masalah baru tapi bisa di bilang cuma istilah baru , Jiwa-jiwa yang stroke beda tipis dengan jiwa-jiwa yang tenang . Mereka punya kes...

Baca Selengkapnya
Bukan masalah baru tapi bisa di bilang cuma istilah baru , Jiwa-jiwa yang stroke beda tipis dengan jiwa-jiwa yang tenang . Mereka punya kesamaan mati fungsi sarafnya , yang membedakan adalah saraf negatif sama saraf positif . Jiwa yang tenang mungkin identik dengan matinya saraf negatif , sedangkan Jiwa-jiwa yang stroke yaitu matinya saraf positif .

Jiwa yang tenang melahirkan prilaku-prilaku yang baik, suka menolong,belas asih,tenggang rasa dan lain sebagainya . Sedangkan jiwa-jiwa yang stroke menjadikan pelakunya seperti hewan , matinya nurani kemanusiaan, rakus,sombong dan bisa jadi raja tega , rela membunuh sesama dan membantai serta menganiaya .

Hey jiwa-jiwa yang stroke...
Apa kabarnya ?
Sudah berapa banyak korbanmu
Dan sudah berapa lama strokemu .

Hey jiwa-jiwa yang stroke...
Sory saja , ini ga nyindir
Juga ga menasehati apalagi menggurui
Aku cuma buat puisi , jangan di masukan ke hati .
Itupun kalau hatimu masih berfungsi . Kan kamu stroke .

Oke...Oke , mari duduk di sini .
Kita duduk bersama sambil minum kopi...
Jangan lupa , Sruput dulu kopinya biar tambah hangat suasananya...
Buka sitik jos... Goyang sitik jos.... senyum sitik juga jos....
Nah getu ...tambah manis bukan ....

Aku ga bisa berharap banyak padamu .
Hatimu sudah mati, Pikiranmu juga sudah wafat .
Mata telinga dan indra lainya juga sudah tidak berguna .
Yah maklumlah... namanya juga stroke...

Di luar sana banyak orang mencaci maki dirimu , biarlah .
Mungkin itu suara rintihan atau jeritan akibat penampakan yang kau lakukan .
Di sana banyak orang yang teraniaya, merana di rundung duka nestapa .
Tak apa , biarkan saja , mungkin itu prestasi tersendiri bagi kamu .

Mari mari ... tambah lagi sawernya , biar panas goyanganya ...
Eh salah... mari sruput lagi kopinya biar tambah anget suasananya...
Nah senyum getu dunk...
Walau stroke , asal mau senyum kan ga angker angker banget .

Dari tadi kita bercengkrama , dah kaya romeo dan juliet saja .
Malah ada yang berbisik kaya rama dan sinta .
Tapi sudahlah , itu pendapat mereka , kita ga butuh penilaian kan ?
Masa jiwa-jiwa stroke , masih berburu pencintraan .

Sudah-sudah, waktuku sudah habis...
Sebelum aku undur diri , aku mau tanya...
Banyak orang mengenalmu, membecimu dan memakimu .
Walau aku kadang juga tahu , mereka ga jauh-jauh jiwanya seperti kamu .

Sudahlah itu urusan mereka
Yang aku mau saat ini hanya pingin satu jawaban .
Bagaimana aku selamat dari serangan jiwa-jiwa stroke.
Walau aku sendiri juga stroke , setidaknya sesama jiwa stroke tidak menytroki getu .

Sruput lagi kopinya.... biar tambah stroke jiwanya....
Manusia itu pokok bebas saja...
Punya iman dan percaya adanya kehidupan setelah kehidupan dunia .
Dengan keyakinan itu , apapun yang di lakukan jiwa stroke tak akan berdampak apa-apa .
Simpel bukan ....


Advertisement

Setiap puisi menjadi tanggung jawab penulis , jika ada masalah silahkan laporkan ke Contact Admin . Terimkasih
KOMENTAR 1
Comments
0 Comments
Komentar

0 komentar:

Post a Comment

Cara Kirim Komentar Via Hp :
1. Pilih Profile sebagai Name/Url
2. Isi Kolom Nama dengan namamu
3. Isi Kolom Url dengan Http://puisina.blogspot.com atau kosongkan saja
4. Isi Kalimat yang mau di kirimkan
5. Publish

Breaking News
Loading...
Kirim Puisi
Press Esc to close
Copyright © 2013 Puisina All Right Reserved