Monday, April 14, 2014

Puisi Emosi : MUAk Aku

keiko kurosaki Puisi Emosi : MUAk Aku

kebetulan lagi bete, jadi digambarkan dengan puisi yang begini saja. selamat pagi. membuncahkan muak. ya..muak! kau,kau,kau. telunjukku...

Baca Selengkapnya


kebetulan lagi bete, jadi digambarkan dengan puisi yang begini saja. selamat pagi.

membuncahkan muak.
ya..muak!
kau,kau,kau.
telunjukku mengancung kedepan udara.
berhenti disana!.
lagi, teriakku.

ck,sudah lama aku membentangkan bentengku.
kurantai gerbangnya.
tak seorangpun bisa ku loloskan.
tak secuil debupun.
tapi..,
mataku kebas kemudian.

ketika pagar kecil kubuka.
ketika udara kusilahkan bertamu.
aku lengah,
ruang itu terbuka lebar.
bodoh,bodoh!.
makiku pada diri.

kenapa,kenapa kau selalu senang jika mata ini basah.
semakin ku benci suara tertawamu.
semakin ku ingat kecup yang jatuh dibibirku dulu.
ah, sial.

dendang-dendang angan..
buai-buai harapan yang seketika jatuh ketika kau mencoba membujukku agar memaafkanmu..
enyah sudah!.

aku bodoh membiarkan bentengku dimasuki penyusup, sepertimu.



Advertisement

Setiap puisi menjadi tanggung jawab penulis , jika ada masalah silahkan laporkan ke Contact Admin . Terimkasih
KOMENTAR 2
Comments
3 Comments
KOMENTAR 2

3 komentar:

Cara Kirim Komentar Via Hp :
1. Pilih Profile sebagai Name/Url
2. Isi Kolom Nama dengan namamu
3. Isi Kolom Url dengan Http://puisina.blogspot.com atau kosongkan saja
4. Isi Kalimat yang mau di kirimkan
5. Publish

Breaking News
Loading...
Kirim Puisi
Press Esc to close
Copyright © 2013 Puisina All Right Reserved