Monday, April 14, 2014

Puisi Arjuna Linglung Pulang Kampung

AHMAD THOYIB Puisi Arjuna Linglung Pulang Kampung

Puisi Arjuna Pulang Kampung Arjuna di sini bukanlah tokoh pewayangan yang digandrungi para putri...

Baca Selengkapnya
Puisi Arjuna Pulang Kampung
Arjuna di sini bukanlah tokoh pewayangan yang digandrungi para putri raja yang cantik jelita, namun dia adalah pemuda dari desa yang berwajah rupawan. Walaupun berwajah ganteng nasib baik tak mengiringinya terutama dibidang ekonomi dan percintaan. Arjuna merasa wajah rupawan tak bisa dijadikan modal untuk mencari rizki dan juga meminang istri." Hidup di desa terasa susah, jangankan mencari rizki halal, lewat jalan belakangpun susah minta ampun" gumam Arjuna yang terlihat linglung. Dari pada hidup di desa tak berguna berangkatlah dia ke negeri seberang.
Dalam untaian bait puisi jalan hidup Arjuna bercerita untuk Anda +nita bojonegoro +Nita Sellya +cinta sari +Rizna Ethika Indah +ika sari 

Puisi Arjuna Linglung Pulang Kampung

Puisi Arjuna Linglung Pulang Kampung 
Jalan yang ku lalui kini terasa lebih dekat dari yang kukira
Pepohanan dan gedung-gedung terasa menyapa di setiap langkah
"Nak" akulah pohon jati yang dulu telah kau tebang
"Nak" akulah gedung tua yang dulu telah kau hancurkan

Kini semua berubah hingga aku merasa asing di kampung halaman
Aku terhenti di sebuah ayunan usang namun tak berdebu
Sepintas teringat akan sesosok bocah kecil yang menyendiri tak berteman
Air mataku tak terasa jatuh membasahi pipi

Kampung halaman aku datang kembali sebagai manusia baru
Aku bukanlah segelintir kerikil di debu jalanan
Aku berharap jadi segelintir kerikil di antara ribuan pasir pembuat jalan
Bukakanlah pintu taubatmu untuk aku pemuda desa yang terbuang    

Aku memang salah dan mengaku salah
Aku kembali demi membayar 10 tahunku yang hilang di negeri seberang
Aku sudah tahu pohon jati tak lagi tumbang di curi orang
Aku tahu bahwa gedung-gedung megah ini bukanlah rumahku juga bukan hasil keringatku
Namun aku tahu dan sadar disinilah tanah dan bumi yang akan menguburku

Setidaknya izinkanlah aku 
Mengukir batu nisan bertuliskan bin fulan
Jika manusia memang tak menganggapku, 
Setidaknya tanah dan bumi masih menerima jasadku



Advertisement

Setiap puisi menjadi tanggung jawab penulis , jika ada masalah silahkan laporkan ke Contact Admin . Terimkasih
KOMENTAR 1
Comments
0 Comments
Komentar

0 komentar:

Post a Comment

Cara Kirim Komentar Via Hp :
1. Pilih Profile sebagai Name/Url
2. Isi Kolom Nama dengan namamu
3. Isi Kolom Url dengan Http://puisina.blogspot.com atau kosongkan saja
4. Isi Kalimat yang mau di kirimkan
5. Publish

Breaking News
Loading...
Kirim Puisi
Press Esc to close
Copyright © 2013 Puisina All Right Reserved