Sunday, April 27, 2014

Kumpulan 2 Sajak Moh Wan Anwar : Renungan Perjalanan

AGUS GANTENGSTERS Kumpulan 2 Sajak Moh Wan Anwar : Renungan Perjalanan

Kumpulan Dua Sajak _ Moh Wan Anwar : Berikut ini adalah kumpulan dua sajak karya Wan Anwar dalam te...

Baca Selengkapnya
Kumpulan Dua Sajak _ Moh Wan Anwar : Berikut ini adalah kumpulan dua sajak karya Wan Anwar dalam tema "Renungan Dan Perjalanan.. sedikit mengulas dan belajar sastra, dengan satu semboyan sederhana "dengan membaca kita mengenal dunia,/ dengan menulis dunia mengenal kita". Yang tentunya semboyan tadi tidak berlaku untuk penulis status jejaring sosial belaka. Percayalah dan selamat membaca..

Kumpulan 2 Sajak Moh Wan Anwar : Renungan Perjalanan


Hari-hari Yang Lewat _ Moh. Wan Anwar

Angin nyaris tak sempat menuliskan kata
bagi orang yang terbunuh di jalanan
sosok bayangan yang mengerang panjang
seperti sekarat daun-daun.
Kita tak lagi bisa
berduka pada teriakan parau jalan raya
kecuali igauan yang menguap ke udara

Dan sekarang hari seperti akan lewat
tanpa keluhan.
Tanpa warna merah
di almanak dan upacara bendera setengah tiang
di kamar kita memang selalu berdekapan
menjadi seluruh perjalanan dan kenangan

Di bawah lampu neon pinggir jalan
kutemukan diriku
mengunyah kemuraman
Kemuraman, meraba jantung yang kian berdebar-debar

Bandung, 1993

_____

Kasidah Lilin _ Moh. Wan Anwar

Pada hari ini telah kaugenapkan hitungan nafas
dengan iringan kasidah cahaya.
Dua puluh tiga tahun
waktu dan cuaca menguji setiamu pada bumi
Langit yang melahirkan musim dan cakrawala
aku harap kaupun menyala,
meski angin teramat deras menggempurkan pepohonan
yang sedang khusuk ruku dijiwamu.

Meliuklah seperti para darwis
mengikuti loncatan irama dalam batin
seperti para penari yang bercakap
dengan gerak tubuhnya sendiri.

Mabuklah bersama pengembara
menjelajahi ruang-ruang yang tak pernah terjangkau pikiranmu
Dan pada detik-detik yang lambat ini
akan kuundang para malaikat
untuk membasuh rambut
dan lumpur yang membaluri kulit tubuhmu

Bersiaplah kau dari pedang
yang tiba-tiba membelah dadamu,
menghapus bercak-bercak hitam
bersembunyi dalam lipatan-lipatan kalbu

Dan ketika kau tiup api dalam tubuhku
pahami,, aku kekal menyala dalam kekosonganmu

_Bandung, 1996

Salam kenal untuk +Salim Ismail +Dany Dani +Cintia Fátima +sumarna caz zunda +Nisa Khairunnisa +Faridan M.Dawam +Banyu Bening


Advertisement

Setiap puisi menjadi tanggung jawab penulis , jika ada masalah silahkan laporkan ke Contact Admin . Terimkasih
KOMENTAR 1
Comments
0 Comments
Komentar

0 komentar:

Post a Comment

Cara Kirim Komentar Via Hp :
1. Pilih Profile sebagai Name/Url
2. Isi Kolom Nama dengan namamu
3. Isi Kolom Url dengan Http://puisina.blogspot.com atau kosongkan saja
4. Isi Kalimat yang mau di kirimkan
5. Publish

Breaking News
Loading...
Kirim Puisi
Press Esc to close
Copyright © 2013 Puisina All Right Reserved