Bidadari linglung : Sang Penari

melenggokkan raga bagai liuk ular
mata melirik dengan kasar
Kau, Sang Penari

menghentak kaki bagai debuh timbas
menggetarkan hati laksana unggas terbebas

tapi tidak,

lekukmu bagai ujung tombak
menusuk menancap dipundak
membunuh ragaku hingga darah membuncah menyeruak