Wednesday, March 26, 2014

Puisi Lelaki Pengecut Bertulang Lunak

Dalang Wanataka Puisi Lelaki Pengecut Bertulang Lunak

Puisi ini atas kemarahan yang tak sampai bila sampai dia kan mati dengan darah tak mengering. Lelaki...

Baca Selengkapnya
Puisi ini atas kemarahan yang tak sampai bila sampai dia kan mati dengan darah tak mengering. Lelaki berlagak hebat berteriak hebat. Bertulang lunak seperti banci, pedang ini kangen akan darah. Darah mu belum menetes di ujung pedang ini. Jangan kau pergi dari kenyataan, ocehan mu bernuansa lelaki pengecut. Ini dia sebuah puisi kemarahan yang tak sampai nanti juga akan sampai:




Lelaki Pengecut Bertulang Lunak

Pengecut kau
Pulang pakailah rok baru
Lelaki bertulang lugu

Tak sabar ku jemput nyawamu
Pedangku sudah mengilau sinau
Tak sabar ingin meninjau
Lelaki pengecut bertulang lugu

Aku rindu akan darah mu
Rindu rindu darah berpangku
Lepas rangkum leher tak bertemu
Pulang ku nanti kau kutuju

Dengarkan telaga telingamu
Dengarkan rabun matamu
Kepalammu tak lebih keras dari batu

Sumpah durhaka kau lelaki lugu
Darah, darah mu takan mengering

By: Dalang Wanataka 3:2014



Advertisement

Setiap puisi menjadi tanggung jawab penulis , jika ada masalah silahkan laporkan ke Contact Admin . Terimkasih
KOMENTAR 1
Comments
0 Comments
Komentar

0 komentar:

Post a Comment

Cara Kirim Komentar Via Hp :
1. Pilih Profile sebagai Name/Url
2. Isi Kolom Nama dengan namamu
3. Isi Kolom Url dengan Http://puisina.blogspot.com atau kosongkan saja
4. Isi Kalimat yang mau di kirimkan
5. Publish

Breaking News
Loading...
Kirim Puisi
Press Esc to close
Copyright © 2013 Puisina All Right Reserved