Friday, March 28, 2014

PUISI DEMOKRASI DAN WARUNG KOPI

ABU NAWAS PUISI DEMOKRASI DAN WARUNG KOPI

Puisi nasehat atau saran atau apalah terserah bagaimana cara memahaminya , intinya saya mau menulis tentang manfaat kerja sama dan sama-sama...

Baca Selengkapnya
Puisi nasehat atau saran atau apalah terserah bagaimana cara memahaminya , intinya saya mau menulis tentang manfaat kerja sama dan sama-sama kerja . Bersatu kita teguh bercerai kita runtuh , bahasa klasik yang sudah banyak orang hapal , bagusnya lagi , kalau kita lihat cengkraman burung garuda yang bertuliskan "Bhineka Tunggal Ika " jadi tak ada salahnya jika kita semua sedikit merenungi diri apakah kita ini sudah bisa di katakan bersatu , apakah kita sudah bisa mengamalkan menghargai perbedaan demi kepentingan bersama ( yang positif ) . Bukan menggurui apalagi ingin menguasai hak pribadi dalam masalah demokrasi , cuma ingin buat puisi saja , kali aja bermanfaat untuk pembaca .

Demokrasi.... Orang-orang bilang
Sebuah ideologi yang mendukung kebebasan
Bebas berfikir bebas berkarya untuk kemanusiaan .
Perbedaan di ciptakan untuk kemajuan .

Denganya , semua punya hak yang sama .
Hak untuk merdeka dan punya sebuah negara
Hak ber agama , berbudaya dan hidup layak lainya
Hak untuk di lindungi dan di fasilitasi .

Kalau itu sudah banyak yang tahu...
Artikel bisa kita dapat dari googel
Informasi terkini bisa kita dapat dari koran dan Tv
Uraian lengkap bisa kita baca di buku-buku

Tak heran banyak orang pinter .
Ngomong demokrasi itu seperti ini
Harus begitu dan begini
Termasuk yang nulis ini , ngapa juga bahas demokrasi .

Oh , iya ya,ya....hmmm
Gini loh sedulur... sederek sedanten ...
Aku bukan mau menjelaskan demokrasi
Juga bukan mau mengkritisi demokrasi ...
Aku cuma mau bilang bagaimana supaya kita bisa dapat manfaat dari demokrasi.
Mumpung lagi musimnya demokrasi , gada salahnya dunk kita ikut berpartisipasi .
Mengingat nenek moyang kita kan korban monarki .
Masak anak cucunya juga mau di tindas lagi .
Kasihan bukan....

Ssssstt... ngomong-ngomong negeri kita sudah demokrasi belum sih ...
Lihat birokrat pada bela partainya sendiri-sendiri .
Lihat suara rakyat selalu di bodohi
Ya saya paham .
Demokrasi ga membedakan mana pilihan ningrat
Pilihan mlarat , konglongmerat , intlektual dan politisi .
Pokok paling banyak suaranya dialah pemenang dan raja .
Entah itu hasil membodohi , bagi gula dan supermi dan iming-iming subsidi.

Oke... oke ...mari kita sruput kopi dulu ...
Terus kita lanjutkan lagi ...
Itukan urusan para pejabat presiden, mentri
Gubernur camat dan bupati ...
Sekarang bagaimana dengan kehidupan kita ini .

Jika penjahat selevel negara saja bisa membuat team pemenangan
Tahu ga apa tim mereka  ?...
"PARTAI "
Mereka tuh... yang terkenal jahat saja bisa kompak .
Anehnya orang seperti kita-kita nih...
Yang suka ngejelkin politisi
Suka mengutuk pejabat korupsi
Kok mengelola sebuah tim kerjasama lima gelintir orang saja blepotan .

Jangankan mengelola parati , beda jumlah like status aja mukanya sudah merah .
Jangankan mengelola sebuah ideologi , kerja sama mengelola blog saja kita berat hati .
Padahal itu suka rela dan ga di pungut biaya apa apa .
Coba lihat tuh mereka pejabat yang katanya penindas rakyat .
Dia harus rela mengeluarkan uang demi kepentingan mereka .
Ga segan-segan sob... jutaan bahkan milyaran...
Beda sama kita .
Tinggal mengelola saja susahnya minta ampun...

Sudah sudah... kita ini ngomongin apa sih ...
Intinya mari kita buat demokrasi kecil-kecilan
Buat satu tim yang anggotanya beda keahlian
Bersatu bersama untuk saling mengisi .

Gasah mikir mentri presiden dan lain sebagainya .
Mending kita berkarya bersama dan mereka biar yang membiayai.
Gimana cocok ga...
Kalau ga cocok ya sudah....ga apa
Paling juga membuat kalimat seperti ini
Lagi-lagi berdalih demokrasi ...
Hiks..Hiks....







Advertisement

Setiap puisi menjadi tanggung jawab penulis , jika ada masalah silahkan laporkan ke Contact Admin . Terimkasih
KOMENTAR 1
Comments
0 Comments
Komentar
Breaking News
Loading...
Kirim Puisi
Press Esc to close
Copyright © 2013 Puisina All Right Reserved