PUISI PATAH HATI PALING SADIS AWAL TAHUN

PUISI PATAH HATI PALING SADIS AWAL TAHUN Label: Agus Santuso, Puisi Kenangan, Puisi Kesedihan, Puisi Motivasi, Puisi Nasehat, Puisi Patah Hati, Puisi Perpisahan

 PUISI PATAH HATI PALING SADIS_ Semakin malam semakin tambah gerimis, semakin tambah pula suasana tragis, had-DIED. yang tragis semoga lekas...

 PUISI PATAH HATI PALING SADIS_ Semakin malam semakin tambah gerimis, semakin tambah pula suasana tragis, had-DIED. yang tragis semoga lekas cepat baikan,,, oke? biar manisnya lekas pulih layaknya manggis. Nah, sekarang coba kita tuliskan tentang bagaimana perasaan patah hati tadi, agar tidak terlarut mengendap ke dalam hati sampai menjadi penyakit kambuh-kambuhan. Mengapa digunakan kata sadis dalam puisi ini? karena bait terakhir puisi tersebut jika benar-benar diamati memang sedemikian dendamnya. Itu analisa saya, bagaimana menurut pembaca? silahkan dibaca kemudian diberi komentar_

PUISI PATAH HATI PALING SADIS_ Semakin malam semakin tambah gerimis, semakin tambah pula suasana tragis, had-DIED

disinilah akan saya mulai dengan simpul manis
setapak langkah genit
sehalus lambaian manja
memberi warna pada lakumu
setiap acap kali
bibir palsu bisu jasad rapuh ini mengucap namamu

saya tidak akan mampu membuktikan perihnya kulit
saat mata panah mendera menghujam
pada tiap detil inci hatimu

jangan sebut ini pembantaian
kalau darahnya tak sampai lewat indah matamu
jangan sampaikan pada bulan sebagai rindu
kalau anyirnya tak kenal lelah
menyirami bulu matamu


sekian dulu puisi patah hati paling sadis dari puisina. Tidak perlu banyak kata biarkan lewat saja,, dimanapun... kapanpun,,, yang namanya kepahitan tidaklah nyaman untuk banyak dikenang!, move on_ +Rohida Lintau +RAHMA LAIL