Puisi Muhasabah Pengakuan Diri

Puisi Muhasabah Pengakuan Diri Label: Puisi Renungan, Rochmatul Hidayah

Puisi renunangan ini , bisa untuk menenangkan hati yang sedang gundah , bisa untuk membantu mencairkan pikiran yang sedang beku , sebatas ...

Puisi renunangan ini , bisa untuk menenangkan hati yang sedang gundah
, bisa untuk membantu mencairkan pikiran yang sedang beku , sebatas
inspirasi untuk mengungkapkan sebuah pengakuan diri ke pada sang
pencipta , sadar dan mengerti diri ini siapa, di jadikan apa oleh
siapa dan untuk apa .

Tuhanku Dalam perjalanan hidupku yang kini menginjak lebih dari
separuh usia Rasul
Mu Ku tahu, Hanya sedikit waktu yang sempat
kuberikan khusus untukMu,
Hanya sedikit masa yang mampu aku
persembahkan untuk mendekat kepadaMu,
Hanya sedikit hari-hari yang ku
lakukan untuk bisa beribadah kepadaMu,

Tuhanku Silaunya dunia membuat
aku banyak melupakan diriMu,
Gemerlapnya dunia membuat aku terseret
lautan dosa dan maksiat kepadaMu,
Karatnya hati ini karena penyakit
wahm telah merasuk sampai ke urat nadiku,
Membuat jiwaku gersang akan fitrah dan ruhku sepi akan munajat kepadaMu.
Saat Lahir Betapa aku sangat mensyukuri nikmat Mu atas kelahiran diriku,
Bertemu dengan keluarga sederhana yang memiliki latar belakang keislaman
Meskipun aku hanya seorang muslim keturunan,
Setidaknya hidayahMu mengalir sejak diriku masih bayi
Hingga aku mengerti bahwa itu adalah nikmat paling besar dalam hidupku

Saat Balita Aku bersyukur kepadaMu atas cinta kasih yang diberikan oleh kedua orangtuaku
Yang merawat diriku sejak masih kecil dengan kasih sayang
Yang cintanya tak pernah bisa aku balas Meski dengan pengorbanan seluruh hidupku

Ya Allah ampunilah kedua orang tuaku
Bahagiakan mereka dengan kasih sayangMu
Lapangkan dan terangilah kuburnya
Maafkan aku yang belum bisa memberikan kebahagiaan kepada mereka
Maafkan aku yang belum mampu memberikan kedamaian dihati mereka Hingga saat-saat terakhir mereka

Tuhanku
Ampuni aku yang pernah bersikap kasar kepada keduanya
Ampuni aku yang pernah membantah keduanya Ampuni aku yang pernah berkata "ahh"
kepadanya
Maafkan aku yang pernah membuat luka dihatinya,

Tuhanku
Ikhlaskan amal-amal kami untuknya
Lapangkan hati kami dalam mendoakan kebaikan kepadanya
Dan sampaikan salam dan rasa hormat kami kepada keduanya
Tuhanku Jika aku belum sempat membalas kebaikan keduanya selama mereka masih hidup
Izinkan aku menjadi anak yang saleh untuknya, dalam sisa-sisa usiaku
Beri aku kekuatan untuk menjadikannya tauladan bagi diriku dan anak-anakku
Beri aku kelapangan dalam menjalankan amanat-amanatnya
Jadikan mereka merasa bangga atas diri kami
Karena pengorbanan mereka terhadap kami tak pernah sia-sia.