Puisi Layla Majnun Gadis Supel

Puisi Layla Majnun Gadis Supel Label: Layla Majnun, Rochmatul Hidayah, Rochmatul Layli

Puisi untuk layla majnun , salah satu penulis tetap puisina , punya nama asli dewi rahma puspitasari , anak tunggal juragan batik solo . G...

Puisi untuk layla majnun , salah satu penulis tetap puisina , punya
nama asli dewi rahma puspitasari , anak tunggal juragan batik solo .
Gadis simpel yang aku kenal , denganya hidup terasa ringan , imposibel
tapi tidak cuek , moderat tapi luwes . Cerdas lugas tidak culas .
Ngomong kelebihanya tidak ada habisnya . Karena memang hidup di
lingkungan serba ada , dukungan orang tua baik secara moril dan
meteriil dia punya . Jadi tidak heran . Pertumbuhan mental dan
intlektualnya melejit :

Layla Majnun Gadis Supel .
Terlahir sebagai anak wayang , pengusaha kaya .
Hidup kecukupan tanpa ada kekurangan .
Baju bagus, uang banyak , suka nraktir temanya .
Jalan jalan ke gunung jadi hobinya .

Tidak punya basic pendidikan agama yang cukup .
Namun dia paham betul poin panting bagaimana menyikapi hidupnya .
Tidak ada prestasi dalam dunia pendidikanya .
Namun dia aktif di segala kegiatan . entah apapun peranya di lakukan
dengan senang hati.

Beruntung yang mendapatkanya...
Manis , baik hati , kaya pula...
Gayanya gaul , tanpa di paksa..
Apapun yang di pakai jadi serba pantas..

Syukurlah pada Tuhan nun...
di kasih wajah cantik , hidup mewah..
Jangan lupa doakan aku juga .
Mudah mudahan hidupku bisa kaya kamu .

Banyak duit banyak teman
Ga kaya gini , hidup susah banyak hutang .
Jangankan mau pergi ke canada , mau ke parang tritis saja , nunggu
iuran acara rekreasi bersama.
Jangankan mau , beli baju sepatu produk italia.
Lebaran baju baru saja , sudah senang dan bahagia.

Aku masih ingat kok .
Saat kita sama sama culun...
Gerimis di bawah halte samping alun alun .
Cuma kita berdua , sama sama jaim , ga mau muali bicara .
Mungkin karena takdir tuhan .
Hujan ga reda reda , memaksa kita untuk bicara .
Agar kejenuhan kita sama sama reda.

Ga kebayang , kalau di tayang ulang .
Betapa bodohnya kita saat itu .
Cuma dua orang saja kok ga rukun .
Bukan salahku sih..
Karena aku di takdirkan diam saat melihat gadis cantik kaya kamu .
Juga bukan salahmu .
Wajarlah orang cantik , harus jaga image di depan orang jelek .

Tapi mudah mudahan juga bukan salah seting system kehidupan .
Walau terasa kebetulan , nyatanya sampai sekarang kita masih berkwan .

sudahlah gada habisnya.
mending ku hentikan ketikanku di sini saja khusu untukmu aku ogah berdoa
yang ada doakn aku ya , mudah mudahan baik baik saja..