Malam Syahdu Seperti Cahaya Baru Lahir

Malam Syahdu Seperti Cahaya Baru Lahir Label: Puisi Alam, Puisi Renungan, wahyudi

Susahnya membuat kata-kata, ah menurutku tidak tinggal nulis dan tulis. Malam ini atau pun siang, anda hanya sebagai penikmat kata-kata. Jan...

Susahnya membuat kata-kata, ah menurutku tidak tinggal nulis dan tulis. Malam ini atau pun siang, anda hanya sebagai penikmat kata-kata. Jangan bingung kawan ini aku beri sesuatu Malam Syahdu Cahaya Baru Lahir. Sejarah mengatakan Cahaya terbuat dari Nur, Cahaya dan Nur sama hanya berbeda kata. Cahaya dan Nur di buat pada hari Rabu sejarah mengatakan begitu.
Perjalanan waktu mulai lahir dan direkam lewat pengalaman,  puisi ini renunggan hati.


Malam Syahdu Cahaya Baru Lahir

Sunyi tidak sunyi
Malam ini kita bicara
Mencari cahaya akan adanya nur
Lahir dari batin terasa syahdu
Hati mulai bicara akan adanya esok
Malam hanya malam tak ada hari senin sampai minggu
yang membedakan hanyalah ada siang ada malam
Sejarah waktu mulai terungkap malam itu sepanjang perjalanan
Terdengar bicara, canda, tawa, gembira tak terlahir dari wajah murung
"KECIL POYA-POYA, MUDA KAYA RAYA, TUA MASUK SURGA"
Pepatah ini menjadi idola malah syahdu waktu itu
Ku menulis bukan diatas kertas, bukan juga pena
Coretan ini hanya sebagai wadah pembuka pikiran dari pada simpan dihati tak terkendali
Coretan malam ini tak terlalu banyak
Inilah pikiran tertulis diatas dunia alamtak terlihat