Puisi Pemuda Malas Label: ABUNAWAS, Kata Cinta, Puisi Cinta

Puisi Untuk Pemuda Malas, Memaknai Kalimat Ir.Soekarno untuk Hari Sumpah Pemuda SUMPAH PEMUDA Kami putra dan putri Indonesia, meng...

Puisi Untuk Pemuda Malas, Memaknai
Kalimat Ir.Soekarno untuk Hari Sumpah
Pemuda

SUMPAH PEMUDA

Kami putra dan putri Indonesia, mengaku
bertumpah darah yang satu,
Tanah air Indonesia.
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku
berbangsa yang satu,
Bangsa Indonesia.
Kami putra dan putri Indonesia,
menjunjung tinggi bahasa persatuan,
Bahasa Indonesia.

Sumpah Pemuda merupakan bukti otentik
bahwa pada tanggal 28 oktober 1928
Bangsa Indonesia dilahirkan, oleh karena
itu seharusnya seluruh rakyat Indonesia
memperingati momentum 28 oktober
sebagai hari lahirnya bangsa Indonesia,
proses kelahiran Bangsa Indonesia ini
merupakan buah dari perjuangan rakyat
yang selama ratusan tahun tertindas
dibawah kekuasaan kaum kolonialis pada
saat itu, kondisi ketertindasan inilah yang
kemudia mendorong para pemuda pada
saat itu untuk membulatkan tekad demi
Mengangkat Harkat dan Martabat Hidup
Orang Indonesia, tekad inilah yang menjadi
komitmen perjuangan rakyat Indonesia
hingga berhasil mencapai kemerdekaannya
17 tahun kemudian yaitu pada 17 Agustus
1945.

teringat kata Bung Karno, : Berikan saya
sepuluh PEMUDA, akan saya ubah Indonesia,
yang mana tentunya bukanlah Pemuda
sembarang Pemuda.

Pemuda Malas

Jangan bersikap tawadhu dan rendah hati
'bila kerendah-hatianmu jadi alasan
untuk mundur dari kompetisi.

Jangan pernah ingin mengalah
bila itu semua hanya
kamuflase untuk bersembunyi
dari kelemahan jiwamu,

Bumi ini gelora api yg berkobar
dan debu yg berserak
mendekatlah pada api spirit
nyalakan hati yg lemah
penuhilah kalbumu dengan kemarahan,

marah karena malas
marah karena tak pernah dewasa
marah karena lemah hati
marah karena tidak marah

melihat kemajuan
sedang kita selalu dalam kemunduran,

Menjauhlah dari debu yg berserak
karena debu tak pernah ciptakan sejarah
karena debu adalah sampah
yg selalu diinjak-injak waktu

Tawadhulah di saat kemenangan
karena saat itu
kau bagai sedang berdiri
di antara gunung dan ngarai
terus naik ke puncak berikutnya
atau meluncur ke ngarai yg terjal,
*maksudnya adalah tidak sombong ketika
menang

Menangislah di saat kalah
karena air matamu akan jadi saksi,

bahwa dirimu tak menghendaki kekalahan
itu

bahwa dirimu tak ingin jadi serpihan arang

bahwa dirimu juga memimpikan gelora api
kemenangan

bahwa dirimu ingin sekali 'bertobat'

bertobat untuk tidak lagi berkubang
dalam lumpur kemalasan
dalam genangan perilaku tiada guna
dalam lilitan kelemahan jiwa,

Pemuda itu cahaya
dan Api yang menyala

yang dapat menerangi kegelapan
asa dan harapan
Pemuda itu pelopor
pembawa obor masa depan
penggerak nurani tua yg gersang

Pemuda itu Enerjik
dinamis
gelisah
selalu bergeliat

tak sabar akan waktu yg lambat
marah pada kondisi stagnan
yang tak berubah..

karena perubahan bukti harapan
karena kemajuan tanda kedinamisan
karena kediaman adalah kematian.

walau jasad bergerak
walau jantung berdegup
tapi jiwamu mati

dan liang kuburmu
adalah dirimu sendiri