PUISI JERITAN HATI HONORER INDONESIA

PUISI JERITAN HATI HONORER INDONESIA Label: ABUNAWAS, Puisi Pendidikan, Puisi Perjuangan

Terinspirasi dari status facebook fans page honorer indonesia saya jadi tertarik untuk menerbitkan sebuah puisi tentang suka duka pegawai...


PUISI JERITAN HATI HONORER INDONESIA
Terinspirasi dari status facebook fans page honorer indonesia saya jadi tertarik untuk menerbitkan sebuah puisi tentang suka duka pegawai honorer . Saya pribadi bukanlah pegawai honorer juga bukan pegawai negeri , saya hanya orang biasa saja , buka usaha untuk mencukupi biaya hidup . Melihat berita tentang perjuangan hidup pegawai honorer saya jadi berfikir , namun sulit untuk di simpulkan apa hasil akhirnya , hingga saya menemukan sebuah puisi tentang honorer berikut ini :

Detak jam memburu waktu
Hingga jarum menunjukkan ke arah angka tujuh
Kupacu motor kreditku
Agar bisa disawah ladangku

Bertahun-tahun kulalui hari-hari itu dengan harapan
Mendaba satu impian kelak bisa jadi kenyataan
Mengubah status pekerjaan
Agar bisa mendapat pengakuan

Siapa-siapakah yang mau mendengarkan …?
Jeritan hati jeritan keinginan
Bahkan aku tetap bertahan walau kadang honor..!
Tak cukup makan sebulan

Siapa-siapakah yang mau menghiraukan ..?
Nelangsa hati sebatas angan-angan
Lagi-lagi aku harus bertahan
Meski kadang motorku tak bayar setoran

Wahai penguasa….? Inilah suara hatiku
Kumohon horaukan cita-citaku
Agar hidupku layak seperti nasib tenaga honorer tahun lalu..??
Bisa makan keju dan minum susu

Kutahu penguasa .. kau tau apa yang kumau
Mengubah nasibku seperti tenaga honorer tahun lalu
Kami selalu berdo'a, berusaha, bergerak tanpa putus asa
Demi pengakuan diri semata, guna bisa mencukupi untuk hari depan

Wahai para penguasa dengarkan jeritan kami..?
Jeritan para tenaga honorer yg sudah lama mengabdi untuk negeri ini